Laju pergerakan saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) terpantau anjlok mendekati kisaran 5 persen pada sesi perdagangan Selasa (3/11) pagi.
Penurunan tajam tersebut berlangsung beriringan dengan merebaknya polemik yang melibatkan nama Raffi Ahmad, sehingga memicu gelombang seruan boikot terhadap figur publik sekaligus pemilik perseroan itu.
Merujuk pada catatan pasar pada pukul 09.15 WIB, instrumen saham RANS terdepresiasi ke level 97, terkoreksi sebesar 5 poin atau setara 4,90 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 102.
Ketika bel perdagangan berbunyi, saham RANS awalnya mengawali pergerakan di posisi 101 serta sempat menguat ke batas tertinggi 102. Kendati demikian, hantaman tekanan jual yang deras menyeret harganya menuju angka paling rendah di 97.
Akibat koreksi tersebut, valuasi pasar saham RANS saat ini tercatat merosot 42,94 persen jika diukur dari patokan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) yang dibanderol Rp170 per lembar.
Adapun total volume perdagangan RANS tercatat menyentuh 64,42 ribu lot dengan akumulasi perputaran dana sekitar Rp636,05 juta. Di sisi lain, rerata harga transaksi yang dibukukan berada pada posisi 99.
Kendati tengah diterpa kemerosotan harga, rekapitulasi foreign flow pada sesi 2 November 2026 memperlihatkan pemodal asing membukukan aksi beli bersih atau net foreign buy pada saham RANS senilai Rp1,08 miliar di pasar reguler.
Jumlah serapan dana beli asing menyentuh Rp1,38 miliar, sementara nilai transaksi jual berada di level Rp301,13 juta. Keterlibatan modal asing mencakup 15,12 persen, sedangkan arus dana pelaku pasar domestik mendominasi porsi hingga 84,88 persen.
Di samping itu, basis kepemilikan investor RANS turut menyusut. Berdasarkan catatan administrasi registrasi pemegang saham per September 2026, total kepemilikan hanya tersisa sebanyak 126.253 SID.
Jumlah pemegang saham ini berkurang 21.843 SID atau terpangkas 14,75 persen jika dikomparasikan dengan kondisi Agustus 2026 yang sempat menduduki 148.096 SID.
Penyusutan ini tampak semakin masif bila disandingkan dengan momen penawaran perdana saham RANS di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026 yang kala itu berhasil menghimpun 754.691 SID.
Gejolak publik terhadap Raffi sendiri dipicu oleh kedatangannya pada Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa 2026 pada 29 Oktober 2026. Agenda perkumpulan itu menuai sorotan tajam lantaran dipandang sengaja menyaingi aksi protes mahasiswa yang berlangsung sehari lebih awal.
Gelombang aksi boikot lantas meluas dan memukul jalannya perhelatan RANS Carnival di wilayah Sleman, Yogyakarta. Sejumlah penampil panggung, seperti Tipe-X beserta Guyon Waton, memutuskan angkat kaki dari acara tersebut. Sederet pengusaha UMKM pun dilaporkan mengambil langkah serupa dengan membatalkan keterlibatan mereka.
Menanggapi kisruh yang terjadi, Raffi segera menyampaikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial Instagram miliknya. Dirinya mengklaim datang semata-mata sebagai tamu undangan serta sama sekali tidak ikut andil dalam penggodokan atau eksekusi kegiatan. Ia juga menambahkan tidak mengenal secara mendalam panitia pelaksana maupun kalangan audiens yang hadir.
Selain itu, Raffi menegaskan dirinya amat mengapresiasi kalangan mahasiswa yang menyuarakan aspirasi dalam unjuk rasa 28 Oktober 2026 seraya menekankan bahwa kebebasan berekspresi merupakan hak fundamental masyarakat luas.
