Presiden Prabowo Subianto telah merestui pelipatgandaan pos Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memacu pemulihan bencana alam di delapan wilayah kabupaten se-daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Setiap pemerintah kabupaten dipastikan mengantongi kucuran dana penanggulangan segar senilai Rp20 miliar per daerah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa besaran sokongan finansial tersebut nilainya jauh menembus rancangan awal kabinet.
“Untuk yang di Flores, untuk delapan kabupaten tambahan Belanja Tidak Terduga dari Bapak Presiden, masing-masing Rp 20 miliar. Sebenarnya usulan saya Rp 10 miliar, beliau bilang, ‘Double, Rp 20 miliar,’” ungkap Tito di tengah gelaran Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di ibu kota Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Melalui ketentuan angka anyar itu, akumulasi bantuan BTT ekstra yang disalurkan bagi delapan kabupaten daratan Flores menyentuh total Rp160 miliar.
Instruksi Langsung Presiden Prabowo
Langkah penggandaan anggaran serupa diputuskan pula untuk kas BTT Pemerintah Provinsi NTT. Tito memaparkan pengajuan bantuan darurat level provinsi yang sebelumnya disodorkan Rp20 miliar langsung digandakan Kepala Negara menjadi Rp40 miliar.
“Dan untuk provinsi sebenarnya saya sampaikan, ‘Pak, 20 miliar untuk provinsi.’ ‘Enggak, double, Rp 40 miliar juga,’” ucap Tito menirukan arahan presiden.
Meski begitu, pihak Kemendagri sampai sekarang belum membeberkan perincian nama delapan kabupaten sasaran penerima serta petunjuk teknis penyaluran maupun mekanisme kontrol belanja anggaran darurat itu di lapangan.
Ikuti laporan informasi mutakhir dan kredibel melalui jaringan berita resmi terpercaya.
