Kementan Perkuat Koperasi Petani Hortikultura demi Benahi Rantai Pasok dan Harga

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Freddy Lumban Gaol menyatakan bahwa jaminan harga bagi para petani merupakan tantangan utama dalam menciptakan rantai pasok hortikultura yang efisien serta kompetitif.

Para petani perorangan yang memiliki lahan sempit masih dibayangi kendala distribusi maupun fluktuasi harga karena harus berhadapan dengan alur logistik yang panjang, sehingga menurunkan nilai jual di tingkat produsen. Menyikapi hal tersebut, pihak Kementan berupaya mengokohkan lini hulu hingga hilir lewat pembentukan koperasi hortikultura. Lembaga ini ditargetkan terbentuk sebanyak 200 hingga 350 unit pada tahun 2029, dengan potensi aset menyentuh angka Rp 5 sampai Rp 10 Miliar untuk tiap koperasinya.

Di samping itu, Kementan menggulirkan program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) pada 13 kabupaten yang tersebar di 7 provinsi. Proyek hilirisasi lahan kering ini memperoleh sokongan dana pinjaman dari The Asian Development Bank (ADB) senilai Rp 1,8 Triliun.

Bagaimana langkah nyata dalam mengoptimalkan sektor hortikultura nasional? Saksikan ulasan lengkap perbincangan Andi Shalini bersama Freddy Lumban Gaol selaku Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan dalam program Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 29/10/2026).