Insiden kebakaran melanda sebuah hunian di kawasan Jalan Swasembada Timur 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu malam yang dipicu oleh dugaan korsleting listrik. Peristiwa nahas tersebut menyebabkan seorang penghuni yang menderita sakit terpaksa dilarikan menuju fasilitas rumah sakit.
Peristiwa amukan si jago merah ini berlangsung di lingkungan padat penduduk kawasan Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, persis pada Minggu (8/11) malam. Musibah yang disinyalir kuat bermula dari hubungan arus pendek listrik itu menuntut evakuasi darurat bagi salah satu warga yang tengah mengalami kondisi sakit ke rumah sakit terdekat.
Supendi selaku Ketua RT 04/RW 010 Kelurahan Kebon Bawang menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan fokus penanganan paling utama saat insiden terjadi. "Penyebab kebakaran, sementara ini saya juga belum tahu. Apa dari korsleting listrik atau nabun (kegiatan bakar sampah) karton telur. Biasanya kalau terjadi kebakaran, kami mengutamakan (penanganan) korban dulu. Nah, tadi ada warga yang sakit kami tangani bersama-sama," ungkapnya ketika diwawancarai di lokasi kejadian pada Senin dini hari.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Supendi, titik api pertama kali berkobar dari suatu kamar di area bangunan yang tercatat dalam wilayah RT 04. Di sisi lain, warga yang dievakuasi berada pada bagian muka bangunan hunian yang menurut pembagian administratif telah tercatat pada RT 05. "Jadi bagian rumah yang terbakar itu masih masuk RT 04. Tapi, sisi depan rumah sudah masuk RT 05. Waktu kejadian, beliau masih di dalam rumah. Mungkin dia masih keadaan shock ya. Semua penghuni rumah juga masih di dalam," tuturnya menerangkan.
Masyarakat setempat awalnya menaruh curiga setelah mendapati kepulan asap tebal keluar dari hunian nomor 17A itu. Namun, sang empunya rumah sempat merasa tidak yakin tatkala diperingatkan oleh tetangga sekitar. "Awalnya pemilik rumah tidak percaya rumahnya terbakar. Tapi warga melihat asap. Mereka khawatir memang ada kebakaran. Setelah pemilik rumah melihat sendiri ada api, dia lantas panik. Dia panik, tapi warga sudah mulai menyiram air," papar Supendi menceritakan kepanikan.
Penanganan Cepat Petugas
Armada pemadam kebakaran segera merapat menuju area insiden sekitar pukul 21.30 WIB sesaat usai mengantongi laporan kebakaran. Supendi menuturkan sedikitnya tujuh unit mobil pemadam, kendaraan ambulans, beserta armada penyelamat diturunkan ke lapangan. Seluruh personel langsung berjibaku mematikan amukan api sekaligus mengevakuasi korban yang sakit. Operasi pemadaman dan pendinginan berlangsung selama nyaris 1,5 jam hingga tuntas sekitar pukul 23.00 WIB.
Di tempat kejadian perkara, terlihat area atas sebelah kanan bangunan hangus terbakar. Untungnya, kobaran api sukses dijinakkan secara tuntas sebelum sempat menjalar melahap bangunan warga lainnya di perkampungan padat tersebut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.


