Juru taktik Garudayaksa FC Milos Joksic memandang hukuman kartu merah langsung yang menimpa Aleksandar Busnic menjadi kerugian masif yang berujung pada kekalahan 1-2 saat menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2026/2027.
KABUPATEN BOGOR – Nakhoda Garudayaksa FC Milos Joksic mengungkapkan pengusiran Aleksandar Busnic dari lapangan hijau merupakan malapetaka utama yang mengakibatkan armadanya menyerah 1-2 di tangan Persib Bandung pada laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 yang bergulir di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu malam.
Milos menekankan bahwa kehilangan salah satu pilar di menit-menit krusial membuat anak asuhnya semakin keteteran meladeni gelombang serangan Maung Bandung. "Saya pikir kartu merah itu sangat merugikan kami. Namun, apa yang bisa kami lakukan? Kami harus berjuang lebih keras," ungkap Milos saat menghadiri sesi jumpa pers selepas laga berakhir.
Busnic diganjar kartu merah langsung oleh pengadil lapangan usai memeriksa insiden pelanggaran keras melalui monitor video assistant referee (VAR) di menit ke-85, memaksa Garudayaksa bertahan hanya dengan 10 pemain. Kala momen tersebut terjadi, skor kedua kubu masih sama kuat 1-1, sebelum akhirnya kubu Persib mengunci tiga poin penuh lewat sontekan gol Adam Alis pada menit ke-90+2.
Belum Bisa Nilai Keputusan Wasit
Milos menegaskan dirinya belum dapat memastikan apakah ketetapan wasit tersebut sudah tepat atau keliru lantaran belum memutar ulang tayangan insiden tekel pemainnya itu. "Saya melihat dua pemain melakukan tekel, tetapi saya belum melihat videonya. Saya tidak ingin menilai apakah keputusan itu adil atau tidak sebelum melihat rekamannya," tutur pelatih tersebut.
Kendati harus menerima hasil minor, pelatih berpaspor Serbia tersebut tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja skuadnya yang mampu menghadirkan tekanan sengit bagi Persib. Ia menganggap struktur barisan pertahanan Garudayaksa telah memperlihatkan kemajuan nyata, kendati sektor penyerangan masih kesulitan menghasilkan banyak celah matang saat berhadapan dengan kubu yang tangguh.
"Pertahanan kami hari ini fantastis. Dalam menyerang kami memang tidak memiliki terlalu banyak kesempatan karena menghadapi tim yang sangat kuat," tambahnya menjelaskan jalannya pertandingan.
Proses Pembentukan Skuad
Milos tidak menampik raihan anak asuhnya di fase awal musim ini masih jauh dari target memuaskan setelah baru membukukan satu kemenangan, dua kali seri, serta empat kekalahan dalam total tujuh laga. Kendati demikian, ia meyakini perkembangan positif terus berjalan mengingat skuadnya sekarang masih dalam masa perombakan bersama deretan pemain anyar dan amunisi muda.
"Kami sedang membangun tim. Hari ini kami memiliki bek kiri berusia 17 tahun dan penyerang berusia 19 tahun. Kami membuat tim semakin kuat, meskipun hasilnya saat ini belum bagus," pungkasnya optimistis.
Pada bentrokan tersebut, Persib mengawali keunggulan melalui tembakan Mariano Peralta di menit ke-16 sebelum Garudayaksa membalas kedudukan berkat gol Jayro Jean pada menit ke-65. Asa tim tamu pupus setelah Adam Alis mencetak gol kemenangan Persib di masa perpanjangan waktu babak kedua.
Tambahan poin penuh ini mengantarkan Persib menembus urutan kelima klasemen sementara lewat koleksi 13 poin, sementara Garudayaksa tertahan di posisi ke-14 berbekal lima angka dari tujuh laga.






