Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak jajaran pengurus TP PKK agar mengoptimalkan pendampingan keluarga sampai pada tingkat RT/RW demi menuntaskan stunting serta mendongkrak taraf kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) guna memantapkan perannya dalam mendampingi keluarga serta mengulurkan bantuan langsung kepada warga di level RT/RW. Pernyataan penting ini ia utarakan sewaktu memimpin seremoni penutupan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026 yang dihelat di Makassar, Minggu.
Munafri yang memegang amanah sebagai Ketua Pembina TP PKK Kota Makassar mengingatkan bahwa kehadiran organisasi PKK pada hakikatnya bertujuan menyediakan pelayanan prima bagi segenap masyarakat, layaknya fungsi birokrasi pemerintahan. Menurut sudut pandangnya, lembaga PKK menempati posisi mitra kerja strategis yang mampu menyentuh dan mendekati masyarakat di lapisan terbawah secara langsung.
"PKK ini ada untuk memberikan pelayanan seperti pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di Kota Makassar," tutur Munafri. Dia menjabarkan tugas esensial kader PKK yang berfokus mendeteksi problematika keluarga yang mendesak untuk ditangani, seperti program pencegahan stunting, pemenuhan akses fasilitas medis, sampai jaminan penyaluran bantuan sosial agar senantiasa tepat sasaran.
Dampak Nyata hingga Lingkungan Terkecil
Munafri menandaskan partisipasi PKK mesti membuahkan kontribusi nyata bagi pemberdayaan warga, khususnya melalui agenda aksi yang sanggup merambah ke lingkungan permukiman paling dasar. Ia mengimbau seluruh relawan PKK aktif berperan mencegah anak berhenti mengenyam bangku sekolah sekaligus memperluas jangkauan pendidikan bagi segenap lapisan masyarakat.
"Keterlibatan PKK harus memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan masyarakat, terutama melalui program yang menjangkau lingkungan terkecil," ucapnya lugas. Fokus atensi juga wajib dialamatkan kepada masyarakat yang masih buta aksara, termasuk kelompok wanita yang belum tuntas merampungkan jenjang pendidikan formal mereka.
Di samping itu, Munafri menggarisbawahi urgensi pemantapan kelompok dasawisma yang berperan sebagai garda terdepan dalam menghimpun data kondisi rumah tangga. Melalui sistem pendataan yang tepat serta akurat, para penggerak dasawisma diharapkan mampu memetakan masyarakat yang memerlukan pertolongan maupun pendampingan secara lebih tanggap dan presisi.
Ia meminta segenap organisasi perangkat daerah, aparat birokrasi kecamatan, hingga pihak kelurahan senantiasa memperkokoh sinergi serta dukungan terhadap pelaksanaan agenda kerja PKK. Dukungan kolaboratif tersebut dipandang mutlak dibutuhkan demi memastikan seluruh intervensi pemberdayaan keluarga dapat terwujud secara efektif, terarah, dan terukur.
Evaluasi Berkala dan Penghargaan Kader
Munafri menegaskan tolak ukur pencapaian program pembangunan harus dipantau ketat bersandarkan validitas data serta peninjauan berkala. Mekanisme ini dinilai krusial untuk menakar dampak nyata terhadap penurunan kasus stunting sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. "Ada penurunan stunting, tingkat kesejahteraan keluarga meningkat, dan sebagainya. Itu harapan kita bersama," tegas Munafri.
Agenda perayaan HKG PKK ke-54 tingkat Kota Makassar itu sendiri terselenggara selama tiga hari, mulai tanggal 23 sampai 25 Oktober 2026. Beragam agenda menyemarakkan acara tersebut, antara lain eksibisi produk UMKM serta kegiatan jambore PKK. Dalam puncak acara seremonial penutupan, panitia turut menganugerahkan penghargaan prestisius Adibakti kepada jajaran kader teladan yang dinilai berkontribusi luar biasa mendukung program pemberdayaan keluarga.







