Kamar Dagang Hangzhou Resmi Hadir di Jakarta, Perkuat Sinergi Bisnis Indonesia-China

Posted on
banner 336x280

Kamar Dagang Hangzhou resmi dideklarasikan di Jakarta guna mempererat kolaborasi perdagangan serta memperluas kemitraan perekonomian antara Indonesia dan China.

Para pelaku usaha terkemuka yang berasal dari kota Hangzhou, China, secara formal meresmikan berdirinya Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. Lembaga ini didirikan demi menjembatani relasi bisnis strategis dan memperlebar cakupan kerja sama ekonomi bilateral antara kedua belah pihak negara.

Agenda pengukuhan tersebut digelar saat jamuan resmi di wilayah Jakarta pada Kamis malam. Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, Ye Daifeng, menyatakan bahwa asosiasi ini disiapkan sebagai wadah terintegrasi untuk pengusaha asal Hangzhou yang berniat melebarkan sayap bisnis di Tanah Air, sekaligus memfasilitasi pebisnis lokal yang hendak masuk ke pasar China.

“Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia telah menetapkan dua peran utama, yaitu sebagai rumah bersama bagi para anggotanya dan sebagai jembatan kerja sama antara Indonesia dan China,” kata Ye.

Keunggulan Industri Hangzhou

Ye memaparkan bahwa berbagai korporasi dari Hangzhou, sentra pemerintahan Provinsi Zhejiang di kawasan timur China, mempunyai keahlian khusus di sektor ekonomi digital, manufaktur berbasis cerdas, serta aneka industri kreatif. Daya saing industrial dan kompetensi wirausaha tersebut dinilai mempunyai prospek besar bila disinergikan dengan potensi pasar domestik Indonesia yang sangat masif.

Dirinya menekankan kembali bahwa pebisnis Hangzhou yang beroperasi di wilayah Indonesia memegang teguh kepatuhan terhadap perundang-undangan nasional dan siap merawat relasi positif dengan warga sekitar. “Peluang yang baik hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki kesiapan, memahami aturan, dan senantiasa menjaga integritas dalam berusaha,” ujarnya.

Dukungan dari Pihak LIT

Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-Tiongkok (LIT), Mayjen (Purn.) Sudrajat, menegaskan peran krusial Kamar Dagang Hangzhou dalam memfasilitasi relasi bisnis kedua negara. Figur yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk China ini memandang relasi korporasi adalah pilar utama dari kemitraan komprehensif strategis kedua negara.

“Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi para pengusaha, baik dari China maupun Indonesia, sekaligus menjadi rumah bersama untuk memperluas jaringan bisnis dan mengembangkan kerja sama ekonomi,” kata Sudrajat. Dirinya berharap relasi ini makin solid lewat kolaborasi yang memberi kemaslahatan berkesinambungan.

Data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai angka 54,17 miliar dolar AS pada kurun Januari hingga September 2026. Di rentang waktu serupa, nilai impor dari China menyentuh 76,16 miliar dolar AS. Transaksi dagang kedua negara didominasi oleh pasokan nikel, minyak nabati, instrumen permesinan, perangkat elektronik, serta barang plastik.

Materi informasi ini disusun melalui bantuan kecerdasan buatan.

Pemanah Indonesia Rigaluh Tanresila Raih Perak di Kejuaraan Dunia Panahan Tradisional Korea

KBAM 2026 Zona Barat Lahirkan Juara Baru

Prabowo Ingin Bangun Museum Agung Nasional di Monas, Pusat Sejarah dan Rekreasi

Pelindo Mengajar di Makassar, Buka Wawasan 125 Siswa soal Dunia Kepelabuhanan

I.League Buka Peluang Gelar BRI Super League pada Januari 2027 Menyusul Mundurnya Piala Asia