Aktor kenamaan Nicholas Saputra turut memeriahkan ajang Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026 lewat keterlibatannya dalam karya layar lebar bertajuk ‘Merah Sebelum Fajar’. Dirinya mengeklaim sangat tertarik untuk menyaksikan deretan karya sinematik bermutu yang bertarung di festival bergengsi skala global tersebut.
TOKYO – Bintang film Nicholas Saputra kembali menjejakkan kaki di perhelatan Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026 demi mewakili sinema Merah Sebelum Fajar (Red Before Dawn) yang berhasil menembus seleksi kompetisi utama. Lawatan sang aktor kali ini diakui bukan sebatas memenuhi undangan resmi, melainkan dipicu hasrat besarnya untuk menikmati tayangan-tayangan sinema pilihan yang memiliki standar mutu sangat tinggi.
Saat diwawancarai oleh ANTARA di area karpet merah seremoni pembukaan Tokyo International Film Festival edisi ke-39 pada hari Senin, Nicholas membagikan antusiasme besarnya terhadap pesta sinema tersebut. Ia tampak berjalan menyusuri karpet merah berdampingan bersama sutradara kawakan Garin Nugroho, serta jajaran pemeran lainnya yaitu Laura Basuki, Tissa Biani, hingga Nagra Pakusadewo.
"Saya senang banget nonton juga di festival ini, selain hadir dan datang, tapi juga sering nonton filmnya," ungkap Nicholas secara terbuka. Aktor tersebut menegaskan rasa penasarannya untuk meluangkan waktu menyaksikan tayangan-tayangan yang telah dikurasi dengan ketat, terutama jajaran film yang saling bersaing memperebutkan penghargaan di sesi kompetisi.
Agenda Padat Para Pemeran
Kendati demikian, rupanya tidak seluruh aktor dan aktris pendukung Merah Sebelum Fajar dapat leluasa menikmati setiap rangkaian pemutaran film yang dijadwalkan. Rangkaian festival perfilman yang dihelat mulai tanggal 26 Oktober sampai 4 November 2026 ini terpaksa ditinggalkan lebih cepat oleh sejumlah pemeran lantaran terikat kesibukan agenda pengambilan gambar yang amat padat.
"Aku nggak sempat nonton, kebetulan besok harus pulang pagi-pagi, Tissa (Biani) juga," jelas Laura Basuki menerangkan kendala waktunya. Menanggapi situasi kesibukan para pemerannya tersebut, Garin Nugroho selaku sutradara langsung merespons santai dengan sebuah lelucon segar. "Laris semua bintang filmnya," celetuk Garin diiringi tawa.
Ringkasan Cerita Merah Sebelum Fajar
Kisah dalam film Merah Sebelum Fajar sendiri mengambil latar belakang dinamika kehidupan masyarakat Indonesia pada era tahun 1946, tepat satu warsa pascakemerdekaan diproklamasikan. Alur cerita berpusat pada tokoh Frans yang dimainkan oleh Nicholas Saputra, yang berpadu peran mendalam bersama empat tokoh sentral lainnya. Mereka semua diceritakan datang dari latar belakang sosial berbeda dan harus menjelajahi penjuru negeri demi mengantarkan dokumen yang amat krusial.
Kesan Perdana yang Membekas
Walau rintik hujan terus mengguyur tanpa henti, kemeriahan prosesi karpet merah tetap berjalan sangat semarak. Sosok Laura Basuki, Tissa Biani, dan juga Nagra Pakusadewo yang baru pertama kali merasakan langsung gelaran festival film di Tokyo ini memperlihatkan kegembiraan yang luar biasa besar.
"Ini pengalaman pertama aku, melihat langsung Tokyo Film Festival, terus ngeliat antusias-antusiasnya, walaupun semuanya keadaannya lagi hujan, tapi tetap semuanya seru," tutur Laura bersemangat. Senada dengan itu, Tissa Biani langsung menimpali, "Aku senang banget. Ini juga pengalaman pertama kali aku datang ke Tokyo dan juga Tokyo International Film Festival. Jadi, momen yang nggak bakalan aku lupain."
Pada kesempatan serupa, Nagra Pakusadewo yang merupakan putra dari mendiang aktor senior Tio Pakusadewo, memanjatkan rasa syukur mendalam atas kesempatan emas ini. Tak hanya membintangi Merah Sebelum Fajar, film lain miliknya yang bertajuk Empat Musim Pertiwi juga dijadwalkan melangsungkan penayangan perdana dunia pada ajang bergengsi yang sama. "Aku juga pertama kali nggak bisa ngomong apa-apa selain bersyukur… Semoga filmnya membawa pesan yang banyak, kebaikan untuk semua penontonnya," pungkas Nagra dengan penuh harap.






