Ancaman Siklon Arnab Meningkat: Ribuan Warga India Mengungsi, Nepal Bersiap Hadapi Badai Salju

Posted on

Ribuan penduduk di India mulai dipindahkan demi keselamatan menjelang kedatangan Siklon Arnab, badai dahsyat yang membawa potensi curahan hujan lebat, hembusan angin kencang, sekaligus ancaman badai salju ke Nepal.

Seseorang terpantau melintasi deretan perahu yang bersandar di dermaga pelabuhan di tengah terpaan hujan deras dan angin ribut di Visakhapatnam, Andhra Pradesh, India, pada Selasa (27/10/2026), mendekati tibanya Siklon Arnab. Dikutip dari laporan Reuters, evakuasi massal menyasar ribuan masyarakat di kawasan pesisir timur India guna menghadapi terjangan badai yang diproyeksikan menerjang daratan pada hari Rabu bersama tiupan angin kencang serta hujan deras. Sejumlah jadwal operasional kereta api juga terpaksa dibatalkan untuk meminimalkan dampak buruk cuaca ekstrem tersebut. (REUTERS/Ahamad Shaik)

Lembaga meteorologi setempat menyampaikan Siklon Arnab yang lahir di perairan Teluk Benggala kian menguat sejak Senin (26/10/2026). Siklon diprediksi menyentuh pesisir Andhra Pradesh pada Rabu pagi, menyebarkan guyuran hujan lebat dan angin kencang di negara bagian itu hingga Odisha. Menjelang Senin malam, mendekati 50.000 penduduk berhasil diungsikan ke posko pengungsian di Andhra Pradesh dari proyeksi 400.000 orang yang wajib dievakuasi. (REUTERS/Ahamad Shaik)

Di sisi lain, proses pemindahan warga belum berjalan di Odisha. Meski demikian, pihak berwenang telah meliburkan sekolah serta perguruan tinggi di lima distrik untuk hari Selasa dan Rabu. Minimal 12 rute perjalanan kereta api dibatalkan di sektor timur India, sementara perjalanan pada 53 jalur rel di sepanjang pesisir selatan dibekukan sementara sepanjang dua hari. (REUTERS/Ahamad Shaik)

Efek dari Siklon Arnab ini diprediksi merembet pula sampai ke Nepal. Instansi berwenang mengingatkan para pelancong untuk menghindari dataran tinggi lantaran badai tropis ini berpeluang menimbulkan hujan intensif, hujan es atau salju tebal, serta longsoran salju pada pegunungan Himalaya sejak Kamis malam sampai Sabtu (31/10). (Photo by NOAH SEELAM / AFP)

Himbauan siaga ini diterbitkan saat Nepal tengah berjuang bangkit dari musibah banjir bandang Agustus kemarin yang merenggut nyawa sekitar 1.500 jiwa. Wilayah Teluk Benggala sendiri menjadi sarang utama pembentukan siklon tropis global, menjadikan wilayah pesisir timur India rawan bencana cuaca ekstrem laut. (Photo by NOAH SEELAM / AFP)