Seorang anggota dinas ICE melepaskan tembakan ke arah seorang pria di kawasan Austin, Texas, pada hari Minggu. Kejadian ini menambah panjang deretan kasus yang melibatkan satuan imigrasi era Donald Trump tersebut.
Satu unit kendaraan Toyota berwarna biru gelap memperlihatkan bekas tembusan proyektil peluru. Kerusakan kendaraan ini dilaporkan berkaitan dengan peristiwa penembakan oleh petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE). Insiden bersenjata tersebut mengakibatkan seorang pria menderita luka di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada Minggu (20/9/2026).
Korban langsung dilarikan menuju fasilitas rumah sakit setempat begitu insiden berdarah itu selesai. Lisa Davis selaku Kepala Kepolisian Austin menyampaikan bahwa agen federal ICE menembak target pria tersebut ketika berlangsung aksi kejar-kejaran singkat dengan berlari kaki, persis sebelum jam 13.00 waktu setempat. Aparat federal kemudian mendatangi tempat kejadian perkara.
Berdasarkan warta Reuters pada Senin (21/9/2026), otoritas pemerintah kota enggan membeberkan identitas pria yang menjadi sasaran tembak, sekaligus mengaku belum mengetahui nama agen ICE bersangkutan. Davis menambahkan dirinya belum mendapatkan pengarahan resmi dari pejabat federal dan minim mengantongi informasi detail mengenai kejadian itu. Aksi kekerasan ini merupakan peristiwa teranyar dari rangkaian operasi represif ICE, lembaga garda terdepan kebijakan keras imigrasi Donald Trump yang terus memicu keprihatinan luas serta desakan transparansi dari kelompok pembela hak asasi manusia.
Wali Kota Austin Kirk Watson yang berasal dari Partai Demokrat menegaskan aparat kepolisian kota harus ikut serta mengusut kasus ini, didampingi unit Texas Rangers. “Bagi saya, integritas penyelidikan akan dipertanyakan bila ICE bertindak sendirian tanpa melibatkan pihak luar,” ujar Watson. Ia pun menyatakan sangat gusar atas aksi penembakan ini, meski tidak merasa heran.
Di sekitar lokasi, sejumlah warga lokal tampak saling berpelukan dan menguatkan sambil memandangi garis pembatas polisi.
Siaran televisi regional pada Minggu petang merekam kerumunan massa demonstran di seberang jalan mobil Toyota Corolla biru dengan lubang pada pintu penumpang, di mana aparat ICE berjaga di dekatnya. Kalangan pegiat kemanusiaan menilai operasi ketat imigrasi era kepresidenan Donald Trump mencederai kebebasan bersuara dan tatanan hukum adil. Sebaliknya, Trump berdalih tindakannya penting untuk memantapkan pertahanan domestik.
Personel ICE telah terseret sejumlah insiden penembakan fatal sepanjang tahun berjalan, termasuk tewasnya dua warga negara AS di Minnesota yang menuai protes sengit. Tercatat lebih dari 50 orang meregang nyawa di dalam tahanan ICE sejak Trump kembali berkantor tahun lalu. Kematian warga AS bernama Renee Good di Minnesota awal tahun ini memperkuat pandangan publik bahwa instansi ICE tak dapat dipercaya seutuhnya terkait pelaporan data penembakan.
