Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet menekankan pentingnya penguatan ekspor produk pangan yang tidak hanya memperbesar nilai perdagangan nasional, melainkan juga mendatangkan faedah konkret bagi kalangan petani.
Kenaikan volume ekspor mesti dibarengi peningkatan mutu produksi, bimbingan langsung kepada petani, serta pembenahan sistem tata niaga yang menjamin petani mendapatkan nilai tambah sepadan dari hasil jerih payah mereka.
Alim mengamini peningkatan angka ekspor menjadi prestasi positif bagi sektor pertanian yang semestinya dipertahankan. Kendati begitu, capaian tersebut wajib diiringi langkah nyata agar para pelaku utama pertanian, terutama petani, benar-benar menikmati hasil dari perluasan pasar internasional yang terbuka.
"Ekspor harus memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani. Karena itu, petani perlu didampingi agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar ekspor," tutur Alim ketika memaparkan capaian kerja sektor pertanian pada Special Event 2 Tahun Prabowo – Gibran: Rapor untuk Rakyat di Jakarta, Selasa (27/10).
Ia memandang, perluasan jangkauan pasar luar negeri wajib melangkah selaras dengan pembenahan sektor produksi dari hulu sampai ke hilir. Peningkatan mutu komoditas, kepastian kontinuitas pasokan, pemenuhan kriteria mutu global, serta hilirisasi menjadi kunci mutlak agar hasil pertanian Indonesia memiliki daya saing kokoh di ranah global.
"Petani seharusnya memperoleh manfaat yang sepadan dari upaya Pemerintah untuk mengejar peningkatan volume ekspor. Karena itu, penguatan produksi harus diikuti dengan hilirisasi agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar global," terang Alim.
Lebih lanjut, akselerasi hilirisasi amat esensial untuk mendongkrak nilai jual komoditas. Melalui penciptaan aneka produk olahan dan peningkatan kualitas panen, para petani mempunyai kesempatan emas guna meraup profit ekonomi lebih besar ketimbang hanya memasarkan bahan mentah tanpa proses pengolahan.
Alim mengungkapkan, pihak pemerintah senantiasa menggalakkan program asistensi kepada para petani agar kapabel memperbagus standar panen sekaligus menyanggupi seluruh kualifikasi pasar ekspor.
Upaya strategis tersebut diproyeksikan membuka akses pasar yang kian lapang sekaligus memperkokoh kedudukan tawar petani di dalam keseluruhan rantai pasokan komoditas pertanian nasional.
Di sudut pandang lain, laju produksi dan pengiriman ekspor wajib ditopang iklim tata niaga yang bersih dan sehat. Alim secara khusus menyoroti ketimpangan harga pada sederet komoditas, yakni saat panen berlimpah ruah namun banderol harga di tingkat petani anjlok bebas, sementara harga beli konsumen justru merangkak naik.
"Anomali terjadi ketika produksi petani melimpah tapi harga di tingkat petani justru jatuh, sementara harga di tingkat konsumen tetap tinggi. Ini menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga yang harus kita benahi bersama," jelas Alim.
Menurut pandangannya, fenomena timpang tersebut membuktikan dorongan peningkatan produksi semata belum sanggup memproteksi kesejahteraan petani. Pengawasan jalur logistik dan distribusi mesti diperketat agar mata rantai pasokan kian efisien, disparitas harga dapat dipangkas, dan keuntungan finansial tidak terpusat pada perantara niaga tertentu.
Alim menandaskan, jajaran pemerintah terus berupaya menuntaskan aneka kejanggalan dalam tata niaga pangan nasional lewat koordinasi intensif bersama institusi terkait, termasuk aparat penegak hukum. Pengawasan terpadu amat penting guna memelihara ekosistem perdagangan yang sehat sekaligus membela hak-hak petani dan pembeli.
Tak cuma memacu pasar ekspor, regulator pun harus menggaransi ketercukupan pasokan bahan pangan bagi kebutuhan dalam negeri. Harmonisasi antara pemenuhan konsumsi domestik serta penetrasi pasar mancanegara merupakan instrumen pokok dalam memelihara kesinambungan panen seraya memperkuat posisi tawar Indonesia di percaturan rantai pasok pangan internasional.
"Kerja keras di sektor pertanian harus memberikan hasil yang maksimal. Dengan kerja yang sungguh-sungguh, kolaborasi, dan kebijakan yang tepat, kita berharap produksi semakin kuat, ekspor berkembang, dan kesejahteraan petani terus meningkat," pungkas Wamentan Alim.








