Manajemen platform pertukaran kripto Binance mengumumkan bahwa total dana digital yang diamankan akibat dugaan insiden peretasan telah menyentuh kisaran US$3 miliar atau ekuivalen Rp54,5 triliun (berdasarkan kurs acuan Rp18.168 per dolar AS). Nominal terkini tersebut melonjak tajam dibanding laporan permulaan yang berada di level US$2,54 miliar (Rp46,1 triliun).
Kabar pembaruan status tersebut dipublikasikan langsung oleh Binance lewat akun resmi media sosial X @binance dalam pernyataan tertulis pada Jumat (30/10).
Pada rilis mula, pihak Binance memaparkan akumulasi aset yang berhasil ditahan bernilai US$2,54 miliar serta memperkirakan angka ini dapat bertambah sejalan dengan berlangsungnya investigasi mendalam.
"Untuk memperjelas, total aset yang telah berhasil dibekukan dan terverifikasi saat ini mencapai US$2,54 miliar. Angka ini masih dapat meningkat seiring tim kami bekerja sama dengan aparat penegak hukum, penerbit aset, perusahaan intelijen blockchain, dan mitra industri untuk melacak serta membekukan aset tambahan," ungkap pihak Binance.
Kendati demikian, berlandaskan pembaruan laporan pada jam 07.30 WIB, manajemen Binance mengabarkan total saldo yang dibekukan telah menembus kisaran US$3 miliar.
"Jumlah total aset yang telah dibekukan dan terverifikasi saat ini mencapai sekitar US$3 miliar," papar keterangan resmi Binance.
Pihak bursa memastikan bahwa data finansial yang dibagikan ke ranah publik adalah estimasi tervalidasi. Manajemen berkomitmen sebatas merilis data akurat sekaligus menghadirkan update berkala selepas mengantongi kepastian faktual.
Sepanjang masa penanggulangan gangguan sistem ini, pengelola platform menjamin bakal menalangi seluruh nilai kerugian yang diderita pelanggan secara penuh.
"Binance akan menanggung seluruh kerugian," tegas perwakilan bursa aset digital tersebut.
Demi langkah antisipatif, platform untuk sementara waktu menghentikan secara total operasional setoran maupun proses penarikan saldo nasabah.
Pemberhentian layanan operasional ini diberlakukan sementara waktu guna memfasilitasi tim forensik keamanan menyisir risiko, menahan dana terpapar, serta berkoordinasi erat dengan lembaga aparat kepolisian.
Lebih jauh, manajemen menambahkan bahwa proses penanggulangan masih berjalan aktif bersama entitas industri kripto, meliputi penerbit koin, pakar intelijen on-chain, beserta para mitra strategis.
Perusahaan juga berniat menghadirkan laporan post-mortem komprehensif setelah seluruh rangkaian penyelidikan tuntas.
"Kami bekerja sepanjang waktu dan akan membagikan laporan lengkap setelah investigasi selesai. Mohon hanya mengandalkan kanal resmi Binance untuk memperoleh informasi terbaru," tutur Binance.
Manajemen Binance pun kembali menegaskan simpanan para pengguna berada dalam kondisi terlindungi selama penanganan perkara berjalan.







