Tragedi Tabrakan Maut Bus Pelayat dan Truk di Kenya Renggut 24 Jiwa

Posted on

Sebuah tabrakan dahsyat antara bus dan truk terjadi di Kenya hingga menewaskan 24 korban. Armada pengangkut rombongan pelayat itu terbalik usai berusaha menyalip kendaraan lain.

Banyak warga berkumpul di area kantor polisi Mtito Andei, wilayah Makueni, Kenya, pada Minggu (25/10/2026), memperhatikan kondisi bus nahas tersebut. Peristiwa maut di Jalan Raya Nairobi-Mombasa ini menewaskan 24 orang ketika bus kepunyaan Power of the Word Church yang mengangkut rombongan pelayat menghantam truk pemuat material dekat kawasan Mtito Andei.

Kendaraan besar tersebut dilaporkan melaju dari arah Lugari di barat Kenya menuju kota pesisir Mombasa. Seluruh penumpang awalnya menghadiri upacara pemakaman uskup dan sedang menempuh perjalanan pulang menuju kediaman mereka.

Aparat kepolisian mengungkapkan armada itu sempat beristirahat sejenak di Mtito Andei usai bergerak semalaman. Sekitar 10 kilometer selepas kota tersebut, sopir bus diperkirakan mencoba mendahului deretan kendaraan lain sebelum akhirnya berpapasan langsung dengan truk dari arah berlawanan.

Komandan Lalu Lintas Kenya, Benjamin Mwanthi, menuturkan sopir bus berupaya mencegah benturan frontal dengan banting setir ke bahu jalan. Akan tetapi, bus justru terbalik akibat hilang keseimbangan. Truk kemudian menghantam bus hingga rangkanya remuk parah serta puing-puing berserakan memenuhi permukaan aspal.

Otoritas terkait memastikan pengemudi truk mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian dan total korban jiwa mencapai 24 orang. Sementara waktu, para kerabat korban berdatangan memadati Rumah Sakit Sub-Kabupaten Mtito Andei guna memeriksa kabar anggota keluarga mereka yang menumpangi bus.

Pendeta Spencier Mudave, korban yang selamat, mengungkapkan rasa duka mendalam usai kehilangan saudari perempuan beserta sang suami pada kecelakaan ini. Ia menempuh perjalanan bersama empat orang anaknya, namun baru mengetahui kondisi dua anak. Bus tersebut tampak hancur, bangku-bangkunya terlempar lepas, dan bodinya terkoyak. Pihak kepolisian mengingatkan para pengemudi agar tetap tenang serta menghindari tindakan mendahului yang berbahaya guna mencegah peristiwa serupa.