Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan tertekan pada sesi perdagangan hari Senin (5/10).
Herditya Wicaksana selaku Analis Teknikal MNC Sekuritas menilai bahwa IHSG dalam jangka pendek masih memiliki peluang untuk memperpanjang fase pelemahan.
"Kami memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga masih berpotensi terkoreksi menuju area 5.850-5.911," papar Herditya lewat laporan riset hariannya.
Menurut Herditya, IHSG akan bergerak pada rentang support 5.949, 5.872 serta resistance 6.187, 6.297 pada hari ini. Saham yang ia rekomendasikan meliputi DOOH, GGRM, ISAT, serta NCKL.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan indeks saham berkesempatan rebound sepanjang minggu ini usai ditutup melampaui level 6.015 dalam basis mingguan.
"Selama penutupan harian IHSG tetap berada di atas 6.015, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.180-6.250," jelas Ivan.
Ivan menaksir IHSG bergerak pada titik support 5.850, 5.607, 5.314 dan resistance 6.247, 6.423, 6.552, hingga 6.712 hari ini. Saham rekomendasinya mencakup AADI, BBNI, BMRI, dan INDF.
Sebelumnya, IHSG bertengger di posisi 6.036 saat sesi perdagangan Jumat (2/10) petang berakhir. Indeks mengalami kenaikan 27,38 poin atau setara 0,46 persen dibanding hari sebelumnya.
Data RTI Infokom mencatat nilai perputaran modal mencapai Rp12,23 triliun dengan volume perdagangan 121,53 miliar lembar saham, serta frekuensi mencapai 1,62 juta kali transaksi.
Kala penutupan akhir pekan tersebut, sebanyak 319 emiten terapresiasi, 337 emiten melemah, dan 134 saham stagnan.
Catatan Redaksi: Ulasan ini bukan anjuran membeli atau menjual instrumen saham tertentu. Segala tindakan transaksi investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca.
