Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memberikan garansi bahwa kebutuhan pokok bagi 205 warga yang mengungsi akibat luapan banjir di Trumon Raya terpenuhi optimal sepanjang masa tanggap bencana.
BANDA ACEH – Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan memastikan segala keperluan primer para pengungsi di tempat penampungan sementara tertangani secara memadai sepanjang fase darurat berlangsung. Komitmen penjaminan tersebut diutarakan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, pada hari Rabu, saat meninjau langsung langkah penanggulangan banjir yang merendam area Trumon Raya.
Diva Samudra Putra menggarisbawahi bahwa aparatur pemerintah setempat sudah mengambil langkah gesit mendistribusikan aneka logistik vital demi menopang keseharian penduduk yang terdampak. Pihaknya bertekad menjamin tidak ada satupun warga terdampak yang kekurangan pasokan kebutuhan esensial harian selama bertahan di tempat penampungan.
"Pemkab Aceh Selatan menjamin kebutuhan dasar para pengungsi. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak," tegas Diva Samudra.
Pengoperasian Dapur Umum dan Distribusi Bantuan Pokok
Proses pendistribusian aneka paket logistik dikoordinasikan langsung melalui instansi Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan. Di samping menyalurkan rupa-rupa bahan pangan pokok beserta kelengkapan darurat, pihak pemda setempat turut mendirikan posko dapur umum guna menyiapkan konsumsi harian para korban terdampak. Fasilitas dapur umum mandiri tersebut dipusatkan pada area pengungsian Markas Kompi Brimob di wilayah Kecamatan Trumon Tengah.
Otoritas daerah menyatakan ketetapan hati untuk terus mengawasi perkembangan kondisi para pengungsi serta memverifikasi seluruh suplai tetap terjaga stabil sampai genangan air surut tuntas dan wilayah dinyatakan steril dari bahaya. "Kami terus hadir dan memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," ujar Diva Samudra Putra.
Di samping itu, Sekda menyampaikan seruan tegas kepada segenap lapisan masyarakat sekitar supaya senantiasa mematuhi instruksi personel penyelamat di lapangan. Dirinya mengingatkan penduduk tidak terburu-buru pulang menuju rumah di kawasan berisiko tinggi sebelum keluarnya maklumat resmi mengenai status keamanan daerah.
Ratusan Warga Mengungsi Imbas Meluapnya Debit Air Sungai
Berdasarkan data terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, tercatat sedikitnya 205 jiwa korban banjir Trumon Raya terpaksa mengungsi akibat genangan air melanda kawasan hunian mereka. Dari total angka tersebut, sejumlah 72 jiwa dari 18 kepala keluarga warga Gampong Cot Bayu menyebar mengungsi ke gedung pendidikan, kediaman famili, serta sarana ibadah.
Sementara 133 jiwa sisanya yang terdiri dari 40 keluarga memilih berkumpul di Markas Kompi Brimob Polda Aceh di Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah. Luapan debit Sungai Lae Soeraya bersama aliran Krueng Trumon sesudah guyuran hujan deras memicu bencana banjir besar di Trumon.
Materi artikel ini diproses memakai dukungan teknologi AI.





