Pasar Saham Bergejolak, BNI Kaji Opsi Perpanjangan Periode Buyback Saham

Posted on
banner 336x280

Aksi pembelian kembali saham atau buyback dijalankan secara terukur lewat pertimbangan matang terhadap situasi pasar.

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengkaji potensi perpanjangan masa buyback saham merespons dinamika pasar modal saat ini. Manajemen perseroan terus mencermati ketersediaan ruang pembelian saham yang sebelumnya telah mengantongi restu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan, aksi korporasi tersebut dieksekusi secara penuh perhitungan dengan memperhatikan situasi bursa, maslahat pemegang saham, serta ketahanan rasio modal.

"Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat. Pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kecukupan permodalan perseroan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik," ungkap Okki melalui siaran pers resmi di Jakarta, dikutip Rabu (21/10/2026).

Perseroan tercatat telah mengumumkan agenda buyback tersebut melalui rilis keterbukaan informasi publik pada Juli 2026. Jadwal eksekusi transaksi pasar ini awalnya diagendakan berjalan sampai 26 Oktober 2026.

Pihak BNI menggarisbawahi akan terus mengevaluasi pergerakan pasar finansial, termasuk mempertimbangkan peluang memperpanjang jangka waktu pembelian saham. Meski begitu, agenda penambahan waktu ini statusnya masih sebatas opsi pemantauan, belum menjadi suatu keputusan final perseroan.

Secara bersamaan, kinerja neraca BNI hingga Agustus 2026 membukukan total aset menyentuh Rp 1.434,1 triliun, melesat 24,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Penyaluran pembiayaan kredit terdongkrak 27,1 persen YoY menjadi Rp 977,2 triliun, didukung perolehan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 1.124,7 triliun atau naik 29,4 persen YoY.

Kinerja laba BNI turut mencatat capaian positif dengan realisasi pendapatan bunga bersih senilai Rp 28,9 triliun, meningkat 14,3 persen YoY. Keuntungan bersih perseroan terhimpun Rp 14,33 triliun, melonjak 6,9 persen dibanding masa yang sama tahun lalu. Menurut Okki, BNI berkomitmen mempertahankan tata kelola unggul, kedisiplinan ekspansi, serta arah strategi jangka panjang.

Okki menambahkan, bank berfokus menjaga keselarasan dividen pemegang saham dan keperluan permodalan internal agar laju ekspansi tetap berdaya tahan. "BNI senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis perseroan," tutur Okki menutup penjelasannya.