Minat IPO Terus Bergairah, Antrean Penggalangan Dana Korporasi Tembus Rp26 Triliun

Posted on
banner 336x280

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa gairah dunia usaha dalam menghimpun permodalan di pasar modal Tanah Air tetap memperlihatkan laju positif meski situasi global terus berfluktuasi.

Keterangan tersebut tercantum lewat dokumen Laporan Perkembangan Sektor Jasa Keuangan dan Pasar Modal Indonesia.

banner 468x60

Pihak OJK membeberkan total target penghimpunan dana senilai Rp26,24 triliun sedang dipersiapkan korporasi yang siap menggelar penawaran umum. Porsi paling dominan datang dari rencana penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO).

Sementara itu, akumulasi penggalangan modal di pasar saham hingga 27 Oktober 2026 berhasil membukukan angka Rp202,04 triliun, yang ditopang oleh keberadaan 974 emiten tercatat.

Terkait basis pemodal, OJK mengamati ketertarikan publik dalam menanamkan dana senantiasa kokoh, dibuktikan oleh jumlah investor ritel yang bertumbuh sampai 33,46 juta pemodal.

Walau bergairah, bursa efek domestik tetap menerima sorotan serta penilaian rutin dari entitas penyedia indeks internasional, Morgan Stanley International Capital (MSCI).

Mengacu pada telaah edisi Juni 2026, MSCI menakar keterbukaan bursa Indonesia cukup kompetitif jika disandingkan dengan kelompok negara berkembang (Emerging Market), sukses mendulang nilai positif di 16 dari total 18 parameter.

MSCI pun menyambut baik agenda pembenahan tata kelola dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perihal pengungkapan pemilik saham di atas 1 persen, skema High Shareholding Concentration (HSC), beserta wacana penyesuaian porsi free float minimum menjadi 15 persen.

Meski begitu, MSCI menekankan poin amat krusial bagi kelompok pemodal institusi global adalah komitmen penerapan nyata dari serangkaian aturan anyar itu.

Sebagai konsekuensi, MSCI pada 15 Oktober kemarin secara resmi menggelar konsultasi terkait usulan penurunan kelas pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market (pasar mandiri).

Langkah penyesuaian ini dijalankan seiring penerapan status pembekuan sementara (freeze) bagi saham-saham asal Indonesia sebelum penetapan resmi ditetapkan pada penutupan Juni 2027 kelak.

banner 336x280