Konflik Memanas: Rentetan Rudal Balistik Iran Hantam Irak, Enam Anggota Peshmerga Tewas

Posted on
banner 336x280

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin bergejolak setelah gelombang serangan peluru kendali balistik asal Iran merenggut nyawa enam personel milisi Peshmerga serta mengakibatkan sekitar 30 orang luka-luka di kawasan provinsi Erbil, Irak. Peristiwa berdarah tersebut memperlihatkan eskalasi signifikan dari aksi gempuran lintas perbatasan yang menyasar aparat pertahanan Kurdi-Irak.

Berdasarkan pemberitaan media asal India, News on Air, pada Rabu (23/09/2026), otoritas Kementerian Urusan Peshmerga Wilayah Kurdistan menyatakan sebanyak enam rudal balistik menghantam titik-titik pertahanan penting kepunyaan mereka di distrik Soran. Hantaman rudal tersebut secara spesifik menyasar markas komando Divisi Infanteri ke-7 bersama satu kesatuan milik Divisi Infanteri ke-5.

banner 468x60

"Gempuran ini merupakan wujud permusuhan sekaligus pengkhianatan nyata yang menciderai sendi-sendi hubungan ketetanggaan yang harmonis," bunyi pernyataan resmi lembaga kementerian tersebut.

Aksi gempuran mematikan ini berlangsung di tengah tingginya pergerakan armada militer Iran yang kian gencar menghantam zona utara teritorial Irak selama kurun waktu beberapa pekan ke belakang. Rezim Teheran dilaporkan terus memuntahkan persenjataan rudal berdaya ledak tinggi serta pesawat nirawak menuju bermacam lokasi yang dituding memiliki kaitan erat dengan kontingen militer Amerika Serikat (AS) beserta faksi-faksi pemberontak Kurdi-Iran yang aktif di Wilayah Kurdistan, di antaranya faksi Partai Demokrat Kurdistan Iran dan Komala.

Sejumlah pejabat pemerintahan Irak serta perwakilan Kurdi mengungkapkan sudut pandang Teheran yang menganggap faksi-faksi bersenjata tersebut, termasuk jaringan pertahanan yang membentang di Erbil, sebagai bahaya laten bagi kestabilan dalam negeri mereka.

Kecemasan masyarakat internasional saat ini kian membesar menyusul risiko terseretnya kawasan Wilayah Kurdistan menuju palung benturan geopolitik yang jauh lebih destruktif. Apalagi, sejumlah faksi etnis Kurdi belakangan ramai digadang-gadang bakal dirangkul sebagai sekutu potensial dalam operasi blok militer pimpinan AS guna membendung pengaruh Iran.

Ancaman Pesawat Nirawak Menimpa Erbil dan Baghdad

Bukan hanya rentetan gempuran rudal balistik, teror pesawat tanpa awak atau drone ikut menyelimuti wilayah Irak secara berkelanjutan. Hari ini, dua unit wahana nirawak dilaporkan terhempas di jantung perkotaan Erbil seiring kian melonjaknya tensi benturan. Satu unit menghantam bangunan rumah tinggal warga, sedangkan unit lainnya jatuh di lahan kosong. Beruntung, insiden jatuhnya dua perangkat tersebut sama sekali nihil korban jiwa.

Tepat sehari sebelumnya saat petang hari, sepasang drone serupa turut menyasar kompleks penyokong diplomatik AS yang bertempat di Bandara Internasional Baghdad. Aksi tak terduga ini merupakan guncangan kedua secara berturut-turut dalam kurun 48 jam yang mengarah ke fasilitas krusial tersebut. Laporan setempat memastikan tidak ditemukan adanya korban nyawa pada peristiwa di kawasan lapangan terbang itu.

"Kompleks vital ini difungsikan sebagai pusat kegiatan logistik dan tata usaha bagi para diplomat beserta staf AS, yang memuat asrama hunian, fasilitas gudang, sampai divisi pengamanan pendukung kedutaan AS seantero Irak."

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kelompok manapun yang menyatakan keterlibatan langsung di balik rangkaian serangan drone di Erbil dan Baghdad. Rangkaian pergolakan beruntun ini mempertegas fakta bahwa negeri Irak kian terimpit pusaran konflik regional Asia Barat, di mana tanah kedaulatannya kian terancam menjelma palagan api yang terus meluas bagi serangan-serangan anti-kepentingan Amerika.

banner 336x280