Lonjakan surplus pada neraca perdagangan dinilai sangat positif dalam memperkokoh daya tahan sektor eksternal.
JAKARTA — Catatan neraca perdagangan Indonesia per Agustus 2026 berhasil membukukan surplus senilai 3,55 miliar dolar AS, melonjak tajam dibanding capaian surplus bulan sebelumnya yang berada di level 0,12 miliar dolar AS. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut membuktikan kokohnya ketahanan ekonomi nasional dari tekanan global.
“Bank Indonesia memandang peningkatan surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tegas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui siaran persnya, Senin (5/10/2026).
Pencapaian surplus dagang pada Agustus 2026 ini dipicu oleh melonjaknya surplus sektor nonmigas sekaligus menyusutnya jurang defisit transaksi migas. Neraca perdagangan nonmigas selama Agustus 2026 mencetak surplus hingga 6,09 miliar dolar AS, naik signifikan dari catatan bulan sebelumnya sebesar 3,10 miliar dolar AS, didorong oleh akselerasi pengapalan ekspor nonmigas serta penurunan impor nonmigas.
Pengiriman ekspor nonmigas terkerek hingga menembus angka 25,62 miliar dolar AS, terutama ditopang penjualan komoditas berbasis sumber daya alam seperti nikel beserta produk olahannya, lemak dan minyak hewani/nabati, lalu logam mulia dan perhiasan/permata, serta komoditas manufaktur berupa berbagai bahan kimia. Dilihat dari negara tujuan utama, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap bertahan sebagai pasar penyumbang devisa ekspor nonmigas paling dominan bagi Indonesia.
Di sisi lain, posisi defisit perdagangan komoditas migas sukses ditekan menjadi 2,54 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari angka 2,98 miliar dolar AS di periode bulan sebelumnya, selaras dengan berkurangnya impor migas serta meningkatnya ekspor migas. Berkat berbagai perkembangan positif ini, akumulasi neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 sukses menghimpun surplus sebesar 7,25 miliar dolar AS.


