Capaian pendapatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada paruh pertama 2026 tercatat mengalami peningkatan sebesar 7,55 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
BANDUNG — BUMN perkeretaapian PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta entitas KAI Group berhasil melayani mobilisasi sebanyak 258.993.359 pengguna jasa selama Semester I 2026. Angka keterangkutan itu menunjukkan lonjakan sekitar 7,55 persen bila dikomparasikan dengan kurun waktu serupa pada tahun sebelumnya, saat volume penumpang tercatat sejumlah 240.805.920 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menuturkan bahwa peningkatan volume pemakai jasa angkutan tersebut menjadi bekal berharga bagi korporasi guna senantiasa mendongkrak mutu operasional sekaligus mempertahankan ritme pertumbuhan usaha. Dalam kurun waktu yang identik, pembukuan pendapatan konsolidasi KAI tercatat menembus kisaran angka Rp18 triliun.
“Pertumbuhan membawa tanggung jawab yang semakin besar. Kebutuhan mobilitas yang terus meningkat harus kita jawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta keselamatan dan integrasi antarmoda,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (28/9/2026).
Bobby menguraikan bahwa KAI secara aktif terus menggali ragam sumber penerimaan dana di luar sektor angkutan primer, termasuk lewat optimalisasi kepemilikan aset, penataan kawasan, serta pembentukan pos pendapatan anyar. Ekspansi portofolio usaha non-angkutan itu digarap beriringan dengan laju ekspansi layanan logistik barang dan angkutan penumpang umum.
Ia memaparkan lebih jauh bahwa proses transformasi terpadu KAI diwujudkan lewat eskalasi kualitas kereta api, modernisasi infrastruktur stasiun, perluasan segmen pariwisata bertajuk The Nusantara Explorer, serta pemanfaatan tanah maupun bangunan guna menopang area hunian yang terkoneksi langsung dengan sistem angkutan massal publik.
“Ke depan, setiap investasi dan transformasi harus semakin memperkuat KAI sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Inilah makna ‘Semakin Melayani’ yang kita wujudkan bersama,” ungkap Bobby.
Uraian tersebut dipaparkan dalam momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI yang diselenggarakan lewat prosesi upacara bendera di Kantor Pusat KAI, Kota Bandung, Senin (28/9). Pada perhelatan tahun ini, manajemen KAI mengusung semboyan “Semakin Melayani” sebagai mercusuar arah pembaruan perusahaan dalam memperkuat keselamatan, keandalan mutu operasional, efisiensi kerja, inovasi, dan kesinambungan lingkungan.
Menapaki perjalanan usia ke-81 tahun, perseroan turut menancapkan visi pembangunan ekosistem perkeretaapian yang hemat energi dan berkesinambungan menuju status operator kelas dunia. Gagasan besar ini berorientasi menghadirkan sistem rel terpadu yang lincah beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital terkini.
Bukan sekadar memacu lini angkutan penumpang, KAI juga memperkokoh fungsi armada rel untuk menyokong ketahanan rantai pasok nasional. Korporasi mematok target penyelenggaraan jaringan logistik berbasis rel yang sangat terintegrasi demi berkontribusi langsung menekan beban biaya pengiriman barang di tanah air.
Rangkaian puncak peringatan HUT ke-81 ini pun dimeriahkan dengan penyerahan sertifikat rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bagi inisiatif EduTrain yang mencatatkan rekor jumlah partisipan terbanyak menaiki Whoosh.
Program EduTrain sendiri merupakan agenda lawatan studi kolaboratif antara KAI bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang memperkenalkan moda transportasi modern bagi anak-anak binaan panti asuhan melalui sensasi melaju dengan Kereta Cepat Whoosh. Agenda edukatif ini diselenggarakan dalam dua gelombang pelaksanaan, bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-81 KAI.
Sepanjang agenda tersebut, anak-anak diajak mengikuti perjalanan belajar, diskusi interaktif seputar KAI dan jaringan transportasi publik, kelas motivasi inspiratif, pengenalan kecanggihan teknologi Whoosh, hingga ragam permainan edukasi seru.
“Kami berharap pengalaman perjalanan ini membuka wawasan anak-anak mengenai perkembangan transportasi Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berani meraih cita-cita,” imbuh Bobby.
Langkah KAI pada masa kini tak lepas dari rentang sejarah panjang dunia rel Nusantara yang sudah berjalan 159 tahun lamanya. Pembangunan jalur rel perdana rute Semarang–Tanggung dimulai semenjak 17 Juni 1864, sebelum menjelma menjadi urat nadi utama mobilitas warga serta roda perputaran niaga antardaerah.
Sementara itu, tanggal 28 September 1945 menjadi tonggak bersejarah ketika para pejuang dan buruh rel berhasil merebut kembali kendali perkeretaapian dari kekuasaan penjajah. Momentum bersejarah inilah yang sampai sekarang diabadikan sebagai peringatan resmi Hari Kereta Api.
“Atas nama Direksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Insan KAI Group dan keluarga atas kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang telah diberikan. Mari kita jadikan HUT ke-81 ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Bobby.


