Jelang Balapan F1 2026, Wilayah Singapura Terpapar Ancaman Kabut Asap

Posted on

Menjelang agenda F1 Singapore Grand Prix 2026, kawasan Singapura diselimuti kabut asap kiriman asal Indonesia.

Kualitas udara di wilayah Singapura anjlok tajam sampai menyentuh tingkat paling buruk sedunia. Situasi genting ini berlangsung menyusul hembusan asap dari rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra, Indonesia, pada Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan laporan Channel News Asia (CNA) pada hari Rabu, kualitas atmosfer Singapura secara resmi menduduki peringkat teratas berkategori “sangat tidak sehat”. Catatan data IQAir menunjukkan skor Pollutant Standards Index (PSI) telah menyentuh angka 152.

Sebelumnya, Negeri Singa dijadwalkan melangsungkan ajang balap tahunan bergengsi Formula One (F1). Agenda F1 Singapore Grand Prix 2026 tersebut siap bergulir pada kurun waktu 9 sampai 11 Oktober bertempat di Marina Bay Street Circuit, Singapura.

Merujuk pada paparan Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura, polusi asap lintas batas berdensitas sedang kini mengepung sebagian area Singapura, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sarawak, serta area tengah maupun selatan Sumatra.

Gumpalan asap dengan kepadatan taraf sedang hingga tebal pun terpantau muncul dari sebaran klaster titik panas (hotspot) di mayoritas wilayah Kalimantan beserta sisi selatan dan tengah Sumatra.