IHSG dan Rupiah Bergerak Melemah, Pelaku Pasar Pantau Arah Suku Bunga The Fed

Posted on
banner 336x280

Eskalasi tensi geopolitik kawasan global dan lonjakan nilai komoditas minyak mentah menyita fokus utama kalangan pemodal.

JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (26/10/2026) terpantau berkonsolidasi mendatar (sideways) saat para investor bersikap antisipatif dan mencermati (wait and see) arah ketetapan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Sempat mengawali perdagangan di zona hijau, IHSG terpantau berbalik terkoreksi 18,28 poin atau tergelincir 0,34 persen menuju level 5.420,98 pada pukul 09.46 WIB. Bersamaan dengan itu, indeks 45 saham paling likuid alias Indeks LQ45 tergerus 2,61 poin atau menyusut 0,48 persen ke ambang 544,44.

"Jika IHSG mampu bertahan di atas level 5.424, potensi lanjut menuju resistance 5.520 dan 5.607–5.631. Namun, jika terjadi profit taking dan IHSG tidak mampu bertahan di atas level 5.424, bisa kembali ke 5.328, IHSG bisa kembali ke support 5.278 atau 5.185,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Melirik dinamika global, tensi di kawasan Timur Tengah kian memanas sesudah Presiden AS Donald Trump menegaskan perseteruan bersama Iran mustahil usai sebelum kapabilitas persenjataan nuklir milik Teheran terverifikasi telah dinonaktifkan secara total, kendati sang presiden menyebut tidak ada gempuran militer AS pada hari Ahad (25/10).

Pada waktu yang hampir sama, Kedutaan Besar AS telah menerbitkan instruksi agar seluruh staf nonesensial beserta keluarga mereka lekas meninggalkan wilayah Arab Saudi setelah terjadinya gempuran kelompok Houthi yang terindikasi menggunakan 10 rudal sehingga memicu dua orang cedera dan menimbulkan kehancuran fasilitas properti.

Sederet negara di wilayah Teluk menyampaikan kecaman keras atas insiden penyerangan itu, sementara pihak Iran berpandangan bahwa proses diplomasi dengan pihak Washington tidak bernilai apa pun jika tujuh butir syarat mutlak mereka belum dipenuhi.

Dalam rapat berkala Federal Open Market Committee (FOMC) bertanggal 28–29 Oktober 2026 pekan berjalan, The Fed diperhitungkan luas akan tetap mempertahankan level bunga acuan perbankan mereka.

"Perhatian investor akan tertuju pada pernyataan resmi bank sentral untuk memperoleh petunjuk mengenai kemungkinan perubahan kebijakan pada pertemuan Desember 2026," ujar Liza.

Bukan hanya itu, perhelatan pemilihan umum sela di AS pada tanggal 3 November 2026 juga bertransformasi menjadi dinamika politik krusial karena bakal mengukir peta kekuasaan dan kepemimpinan mayoritas di Kongres AS.

Dari negeri Paman Sam, atmosfer perdagangan saham dirundung keraguan menyangkut kesinambungan kucuran dana pada sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), terutama seputar lonjakan bujet permodalan belanja fasilitas pusat data serta kesanggupan korporasi dalam menjaga imbal hasil investasi.

Sekitar sepertiga barisan korporasi yang terdaftar pada indeks S&P 500 dijadwalkan bakal merilis kinerja performa keuangan triwulan mereka pada pekan depan, termasuk raksasa teknologi semacam Alphabet, Microsoft, dan Amazon.

Kendati diwarnai kecemasan tersebut, akselerasi laba korporasi masih sanggup menopang ketahanan bursa saham. Perolehan keuntungan konsolidasi emiten indeks S&P 500 diperkirakan sanggup melonjak melampaui 32 persen pada periode kuartal III 2026 menurut rekaman data LSEG IBES.

Di sisi lain, indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat merosot mendekati level terendah historis pada Oktober 2026, yang menegaskan semakin tertekannya evaluasi sektor rumah tangga terhadap prospek perekonomian.

Beralih ke ranah domestik, wacana realisasi kewajiban penggunaan bahan bakar biodiesel B50 turut menyita atensi pasar komoditas lantaran berpeluang mendongkrak serapan minyak kelapa sawit di pasar lokal sekaligus merombak peta keseimbangan pasokan internasional.

Sementara itu, Danantara Indonesia mematok target perolehan keuntungan bersih konsolidasi seluruh badan usaha milik negara (BUMN) mampu menyentuh angka Rp 334 triliun menjelang penutupan tahun 2026 lewat penghematan operasional, restrukturisasi hierarki perseroan, serta pemaksimalan nilai aset negara.

Sampai hari ini, langkah perampingan entitas bisnis (streamlining) sudah dieksekusi terhadap 364 perseroan pelat merah, dengan ambisi diperluas mencapai 700 perseroan pada pengujung Desember 2026.

Adapun dari sektor permodalan riil, akumulasi realisasi penanaman modal di Tanah Air sepanjang rentang waktu Oktober 2024 hingga September 2026 telah menembus Rp 3.923,2 triliun, yang mencakup penanaman modal dalam negeri senilai Rp 1.998,7 triliun serta modal asing sebesar Rp 1.924,5 triliun.

Total serapan proyek investasi tersebut berhasil menciptakan lapangan kerja riil bagi 5,49 juta orang tenaga kerja, dengan komposisi 51,8 persen nilai proyek terdistribusi merata di area luar Pulau Jawa.

Di sudut lain, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mengkalkulasi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melandai ke angka 5,2 persen sepanjang tahun 2026, berada di bawah target yang ditetapkan otoritas pemerintah sebesar 5,4 persen.

Usai menorehkan ekspansi sebesar 5,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) di paruh pertama semester I 2026, akselerasi ekonomi nasional diprediksi tergelincir ke bawah kisaran 5 persen pada paruh semester II 2026.

Fenomena perlambatan ini dipicu oleh berkurangnya stimulus belanja negara sesudah pos pengeluaran pemerintah melesat mendekati 19 persen sepanjang semester I 2026, yang menyumbang sekitar 1,2 poin persentase pada pertumbuhan ekonomi.

Faktor tambahan lain, lonjakan tarif energi internasional imbas gesekan militer AS–Iran serta lesunya optimisme belanja konsumen diproyeksikan bakal menekan ritme perputaran ekonomi dan konsumsi masyarakat hingga pergantian tahun.

Pasar saham benua Eropa tercatat serempak ditutup terperosok pada sesi perdagangan Jumat (23/10). Indeks acuan FTSE 100 Inggris terpangkas 0,32 persen, indeks DAX Jerman terkoreksi 0,75 persen, indeks CAC 40 Prancis melemah 0,36 persen, serta indeks Euro Stoxx 50 melorot 0,31 persen.

Papan perdagangan bursa Wall Street AS juga serentak merosot pada Jumat (23/10). Indeks S&P 500 tergelincir 0,52 persen ke 7.623,68, indeks Nasdaq Composite turun 0,21 persen ke 25.954,34, dan indeks Dow Jones Industrial Average tertekan 1,23 persen ke 51.215,16.

Kinerja bursa saham di kawasan Asia pada pembukaan transaksi Senin pagi turut tertekan ke zona merah. Indeks Nikkei melemah 0,62 persen ke 62.305,00, indeks Hang Seng terkikis 0,03 persen ke 23.087,76, indeks Kospi anjlok 1,34 persen ke 5.474,53, indeks Shanghai menyusut 0,60 persen ke 3.668,27, serta indeks Straits Times turun tipis 0,10 persen ke 5.417,76.

Dasco Ingin Indonesia Tentukan Rating Pasar Modal Sendiri, Ini Respons OJK

IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Investor Cermati Kebijakan The Fed

Mahakam Investment Forum 2026 Kembali Digelar di IKN, Hadirkan Sharing Session Investor Pelopor

Harga Emas Stabil Hari Ini, Potensi Bergerak Turun Sepekan ke Depan

World Nuclear Association: Asia Tenggara Rencanakan 37 GW Nuklir hingga 2050