Hadiri Sidang PBB, Menlu Brunei Pangeran Mateen Tegaskan Sikap Soal Palestina

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pangeran ‘Abdul Mateen selaku Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam mendesak gencatan senjata abadi di Jalur Gaza sekaligus mengajak komunitas global mempercepat resolusi atas krisis Palestina.

Sikap tegas ini disampaikan oleh Pangeran Mateen saat menghadiri forum tingkat tinggi Global Alliance for the Implementation of the Two-State Solution di sela Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) ke-81 di New York, pekan lalu.

Berdasarkan laporan Borneo Bulletin pada Senin (28/9/2026), Pangeran Mateen menyatakan komitmen berkelanjutan Brunei bagi terwujudnya kemerdekaan Palestina yang berdaulat berdasarkan tapal batas sebelum tahun 1967, serta Yerusalem Timur sebagai pusat ibu kotanya.

Pada kesempatan tersebut, beliau menghendaki penghentian perang secara menyeluruh, pembukaan akses bantuan logistik kemanusiaan tanpa blokade, serta tindakan riil masyarakat global demi tercapainya solusi dua negara.

Perkuat Jalur Diplomasi Global

Saat menghadiri agenda koordinasi menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Pangeran Mateen menyoroti vitalnya langkah diplomasi kolektif dan peran lebih masif di lingkungan PBB untuk menangani persoalan Palestina.

Ia pun menyerukan kepatuhan pada hukum internasional, perlindungan kedaulatan teritorial Lebanon, serta jaminan keselamatan penuh untuk seluruh populasi warga sipil.

Dirinya berpandangan, dunia internasional wajib melahirkan aksi konkrit demi mengamankan kesatuan kawasan Palestina sekaligus mengakselerasi perwujudan konsep dua negara berdaulat.

Di luar isu Timur Tengah, Pangeran Mateen menuntaskan sejumlah agenda diplomasi bilateral di sela perhelatan UNGA tersebut.

Beliau bertatap muka dengan Sekretaris Jenderal Persemakmuran Shirley Ayorkor Botchwey guna mengoordinasikan kesiapan Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Pemerintahan Persemakmuran pada November 2026.

Pembicaraan bilateral turut digelar bersama Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi untuk memperkokoh kerja sama bilateral kedua belah pihak.

Pertemuan lain melibatkan Presiden Majelis Umum PBB Dr Khalilur Rahman, Menlu Turki Hakan Fidan, Menlu Iran Seyyed Abbas Araghchi, hingga Menlu Rusia Sergey Lavrov.

Bersama Menlu Lavrov, diskusi berfokus pada peringatan 35 tahun relasi bilateral Brunei-Rusia, kemitraan kawasan ASEAN-Rusia, serta keharusan mengawal sentralitas ASEAN dalam panggung regional maupun internasional.