Dewan Keamanan Nasional Filipina saat ini sedang mendalami bukti-bukti yang terungkap dalam persidangan pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte. Penyelidikan tersebut menyoroti dugaan perihal sebuah unit usaha yang memiliki kaitan erat dengan suami sang wakil presiden, menyusul temuan transfer dana bernilai fantastis yang berasal dari sejumlah entitas di China serta Hong Kong.
Sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu (7/10/2026), Eduardo Oban selaku Penasihat Keamanan Nasional Filipina mengungkapkan bahwa transaksi transfer dana itu sebelumnya telah diberi tanda peringatan oleh pihak perbankan sebagai aktivitas mencurigakan. Laporan resmi mengenai hal tersebut juga telah diteruskan kepada Dewan Anti-Pencucian Uang (AMLC). Pihak dewan berkomitmen segera menganalisis data-data yang tersedia guna memetakan potensi ancaman terhadap stabilitas keamanan negara.
"Tuduhan ini kami tanggapi dengan sangat serius," tegas Oban.
Di sisi lain, perwakilan AMLC menyampaikan kesaksian pada sidang hari Senin bahwa terdapat perseroan industri makanan yang mendudukkan suami Duterte sebagai salah satu pendiri. Korporasi tersebut tercatat menerima suntikan dana sebesar 319 juta peso atau setara US$ 5,08 juta (sekitar Rp 90,42 miliar) dari beberapa entitas asal China dan Hong Kong.
Tim jaksa penuntut menjadikan dokumen aliran uang lintas batas ini sebagai materi utama dalam dakwaan pemakzulan. Mereka mendakwa Duterte telah menghimpun kekayaan pribadi yang asal-usul perolehannya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah.
Jaksa kini turut mendesak pemeriksaan menyeluruh atas laporan daftar harta, liabilitas, serta kekayaan bersih milik Duterte bersama suaminya. Tindakan ini bertujuan menguji kecocokan nilai kekayaan yang dilaporkan dengan profil pemasukan dan perputaran kas riil mereka, terutama karena latar belakang pengiriman modal antarnegara tersebut masih belum terungkap jelas.
Saat dimintai tanggapan perihal keterangan pihak AMLC, Duterte enggan memberikan penjelasan panjang lebar. Dirinya berujar singkat, "saya akan membiarkan pengacara saya menanggapi tuduhan tersebut".
Terlepas dari perkara kepemilikan aset mencurigakan, Duterte turut terseret rangkaian dakwaan berat lain, mulai dari dugaan penyelewengan kas negara hingga ancaman pembunuhan pada Presiden Ferdinand Marcos Jr., ibu negara, serta eks Ketua DPR. Kendati tuduhan itu konsisten dibantah, sidang parlemen tetap berjalan, sementara Kedubes China di Manila belum memberikan konfirmasi.







