Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, Pemkab Bogor Galakkan Konsumsi Pangan Lokal Nonberas dan Terigu

Posted on
banner 336x280

Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau warga mengoptimalkan komoditas pangan lokal sebagai pengganti beras serta terigu guna memperkokoh ketahanan pangan rumah tangga lewat program edukasi dan pasar pangan murah.

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendorong masyarakat luas memanfaatkan aneka bahan pangan lokal demi mengurangi ketergantungan pada beras dan tepung terigu. Upaya strategis ini dijalankan agar keanekaragaman konsumsi meningkat sekaligus memantapkan ketahanan pangan keluarga.

banner 468x60

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Andri Hadian, menegaskan seruan tersebut saat menghadiri agenda Hari Pangan Sedunia 2026 di Alun-alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (25/10). Dirinya menyoroti urgensi pemanfaatan bahan pangan yang melimpah di sekitar tempat tinggal.

“Masyarakat juga perlu mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari,” tutur Andri.

Andri memaparkan bahwa penganekaragaman menu makanan merupakan langkah nyata mewujudkan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, ketahanan pangan yang kokoh wajib diawali dari unit keluarga dengan membudayakan asupan bernutrisi, seperti sayur-mayur dan buah-buahan segar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin memperhatikan pemenuhan gizi keluarga dengan membiasakan konsumsi sayuran dan buah-buahan. Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Sosialisasi serta Peragaan Memasak Pangan Alternatif

Pada peringatan Hari Pangan Sedunia itu, Pemkab Bogor menyelenggarakan demo memasak beserta sesi diskusi interaktif terkait tata cara pengolahan pangan lokal nonberas dan nonterigu. Acara edukatif ini menghadirkan pakar dari Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Di samping bimbingan teknis, pihak pemda turut membagikan buah dan sayuran cuma-cuma kepada pengunjung sebagai rangkaian kampanye gizi seimbang. Pemkab Bogor pun memfasilitasi Gerakan Pangan Murah (GPM) demi membantu warga memperoleh komoditas pokok berharga miring, sekaligus mengendalikan stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Pameran ini melibatkan peran Kelompok Wanita Tani (KWT) yang membuka anjungan produk pangan lokal, berdampingan dengan beragam stan pelayanan masyarakat. Berbagai kemudahan disiapkan, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan, cek kesehatan cuma-cuma, armada perpustakaan keliling, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Momentum perayaan Hari Pangan Sedunia tersebut dioptimalkan oleh Pemkab Bogor guna memperluas literasi publik tentang pentingnya nutrisi seimbang serta pemanfaatan komprehensif potensi hasil bumi lokal.

banner 336x280