Cegah Bullying dan Penipuan Online, Polres Solok Kota Beri Edukasi Santri Darut Thalib

Posted on
banner 336x280

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota menyambangi Pondok Pesantren Darut Thalib guna menyosialisasikan bahaya tindakan perundungan serta penipuan online untuk menjaga masa depan generasi muda.

Himbauan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Solok Kota, Kompol Aliman, saat melaksanakan agenda penyuluhan di lingkungan Pondok Pesantren Darut Thalib, Kota Solok, Sumatera Barat, pada hari Selasa. Pihak kepolisian menekankan pentingnya bagi kalangan santri untuk selalu berhati-hati terhadap kejahatan digital maupun aksi perundungan yang dapat merusak tatanan keamanan.

banner 468x60

Dalam arahannya, Kompol Aliman menyatakan bahwa perbuatan mengejek, mencemooh, serta meremehkan sesama, baik yang terjadi di dunia nyata maupun di ranah media daring, wajib dicegah di lembaga pendidikan. "Perundungan bukan persoalan sepele karena dapat mempengaruhi kondisi psikologis korban, menurunkan rasa percaya diri, bahkan mengganggu konsentrasi dan prestasi belajar," tegasnya saat berbicara di hadapan santri.

Dirinya menerangkan bahwa kawasan pendidikan, khususnya pondok pesantren, selayaknya menjadi ruang yang nyaman bagi para peserta didik guna menimba ilmu sekaligus mengembangkan bakat tanpa ancaman kekerasan atau tindakan yang merendahkan harkat martabat. Beliau pun mengajak murid-murid membina pola pergaulan sehat melalui sikap saling menghargai, mempererat rasa persaudaraan, dan menghindari kebiasaan mengolok-olok kelemahan teman.

Antisipasi Modus Tipu Daya Siber

Bukan cuma perkara perundungan, Aliman turut mengimbau para santri untuk menaikkan kewaspadaan terhadap ancaman kriminalitas digital, terutama penipuan online yang kerap beroperasi via smartphone serta jejaring medsos. Ia menuturkan bahwa jebakan iming-iming hadiah, penjualan produk dengan harga tak masuk akal, sampai modus bantuan keuangan yang mewajibkan transfer sejumlah dana patut diwaspadai agar tidak teperdaya.

Santri juga diingatkan supaya tak memberikan data pribadi, terutama identitas kependudukan rahasia, kepada pihak luar yang meragukan ataupun melewati tautan internet yang tidak terverifikasi. Menurutnya, kesadaran memverifikasi kebenaran setiap informasi sebelum berbuat sesuatu adalah kunci penting dalam membentengi diri dari sindikat kejahatan virtual yang terus menyasar pemakai dunia maya.

Hindari Aksi Tawuran serta Pergaulan Buruk

Di samping itu, dirinya meminta segenap pelajar menjauhkan diri dari tawuran antarpelajar dan pergaulan liar yang dapat berbuntut pada sanksi hukum serta mengacaukan masa depan sendiri. Ia mengajak para santri memakai waktu sekolah sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas ilmu, memupuk kedisiplinan moral, dan mencontoh semangat pengorbanan para ulama dalam menuntut ilmu.

Ia memaparkan bahwa tugas Korps Bhayangkara tidak sekadar menegakkan stabilitas ketertiban lingkungan, melainkan juga menggencarkan pencegahan lewat edukasi dini agar kalangan remaja mengerti konsekuensi fatal pelanggaran hukum. Pada agenda tersebut, diperkenalkan pula saluran darurat Call Center Polri 110 yang bisa dipakai publik untuk menyampaikan laporan gangguan keamanan, insiden lalu lintas, hingga keadaan krisis.

Aktivitas sosialisasi terpadu ini terselenggara melalui wadah Polisi Peduli Pendidikan di Pesantren Darut Thalib, yang berjalan komunikatif lewat sesi interaktif kuis berhadiah dan dialog tanya jawab bersama santriwan serta santriwati.

banner 336x280