Sekitar 80 personel milisi Houthi dilaporkan tewas dalam pertempuran berdarah melawan tentara Pemerintah Yaman di kawasan luar pusat kota Marib. Gelombang kekerasan baru ini meledak ketika kelompok bersenjata yang disokong Iran tersebut kembali melipatgandakan gempuran mereka demi merebut kendali atas wilayah perkotaan yang berlimpah sumber daya energi itu.
Mengutip warta Arab News pada Senin (21/09/2026), Direktur Departemen Media Militer Angkatan Darat Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Al-Hatemi, menyatakan konfrontasi senjata yang sangat intens berlangsung sepanjang kurun waktu 24 jam terakhir antara satuan pemerintah dan kelompok Houthi di bagian selatan Marib, meliputi Hareb, Mala'a, serta Um Raish. Pasukan loyalis pemerintah yang mendapatkan kawalan ketat dari armada jet tempur serta wahana pesawat tanpa awak (drone) berhasil menghalau serangan mematikan milisi tersebut.
"Houthi menderita lebih dari 80 korban jiwa, sisanya melarikan diri, dan sembilan kendaraan tempur hancur," tegas Yahya Al-Hatemi memaparkan rincian kerugian pihak musuh dalam bentrokan itu.
Selain itu, gugus pesawat tempur melancarkan rangkaian pengeboman terarah ke basis-basis pertahanan Houthi di seluruh garis depan Provinsi Marib, dengan menyasar titik konsentrasi milisi, jalur pasokan bala bantuan militer, hingga kubu pertahanan yang diperkokoh. Untuk diketahui, wilayah Marib menjadi penampungan populasi pengungsi internal terbesar di seantero Yaman, dengan jumlah melampaui 2 juta jiwa yang mencari suaka di kawasan tersebut selama sepuluh tahun belakangan akibat konflik bersenjata berkepanjangan. Daerah yang sangat strategis ini menampung deretan ladang minyak, cadangan gas bumi vital, dan stasiun pembangkit listrik utama.
Walaupun ribuan penduduk sipil beserta prajurit telah gugur ataupun menderita luka parah dalam rentetan agresi terdahulu, kelompok Houthi tidak pernah berhasil menguasai kawasan tersebut. Mereka sempat membekukan manuver ofensif skala besar setelah berlakunya kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi oleh PBB pada April 2022. Akan tetapi, serbuan balasan yang sangat masif dari kesatuan tentara Yaman dalam tempo 24 jam terakhir sukses memukul mundur milisi Houthi dari garis depan di pinggiran Marib.
Pada sisi lain, kubu Houthi terkonfirmasi menggelar upacara pemakaman massal pada hari Sabtu guna menghormati setidaknya 50 pejuang mereka yang gugur di medan perang, termasuk beberapa figur perwira berpangkat tinggi, yang dihelat di ibu kota Sanaa, Amran, Hodeidah, serta kantong wilayah kekuasaan mereka lainnya.
Terkait hal tersebut, Al-Hatemi menuturkan bahwa angka korban yang dirilis secara terbuka oleh Houthi sesungguhnya hanya mewakili kurang dari 10 persen angka kematian faktual di palagan pertempuran. Dirinya memperkirakan terdapat 300 sampai 500 kombatan Houthi yang tewas setiap hari, sembari menuduh para petinggi milisi sengaja menyembunyikan data kematian sebenarnya untuk mempertahankan semangat moral tempur personel mereka.
"Houthi tidak menunjukkan kepedulian terhadap jumlah korban tewas, memandang pejuang mereka sebagai sesuatu yang dapat dikorbankan-pion tumbal yang diperlakukan sebagai budak tak berharga-dengan satu-satunya prioritas mereka adalah pencapaian tujuan mereka."
Di medan pertempuran berbeda, komando tentara Yaman di Taiz menegaskan telah mengambil alih penguasaan atas Gunung Nouman pascakontak senjata sengit melawan kelompok Houthi di lanskap pegunungan sekitarnya. Menyusul kemajuan teritorial pasukan pemerintah di sepanjang pesisir barat kawasan Laut Merah Yaman, milisi Houthi melancarkan aksi ofensif ke arah benteng pertahanan di distrik Al-Madaribah Wa Al-Aarah di Provinsi Lahj beserta titik lain di Taiz demi menghimpun kembali sisa kekuatan pasukan mereka.
Mengantisipasi eskalasi militer ini, satuan Pasukan Perisai Bangsa dari kubu pemerintah mengumumkan pada hari Minggu bahwa pasukannya sukses mementahkan serbuan Houthi sekaligus merontokkan satu unit drone di sekitar Gunung Kahboub. Puncak gunung ini bernilai sangat krusial lantaran memberikan keunggulan medan pantau strategis yang langsung mengarah ke Selat Bab Al-Mandab, serta membuka akses menuju kota pelabuhan Aden di selatan yang merupakan pusat administratif sah yang diakui komunitas internasional.
Sementara itu, Juru Bicara Angkatan Darat Yaman, Kolonel Majed Al-Nuzaili, mengonfirmasi keberhasilan dampak dari rangkaian operasi udara militer mereka.
"Angkatan udara tentara telah menyerang personel dan peralatan militer Houthi di provinsi tengah Al-Bayda," pungkas Al-Nuzaili.








