Aparat militer Israel melancarkan operasi penyisiran di kawasan Desa Biddu, Tepi Barat, menyusul insiden penembakan fatal terhadap seorang penduduk Israel oleh pria bersenjata Palestina.
Dua orang warga Palestina diamankan pihak berwenang Israel dalam aksi penggerebekan di Desa Biddu, wilayah Tepi Barat yang diduduki, pada Senin (21/9/2026).
Pihak kepolisian menyatakan serbuan tentara ke Biddu dipicu oleh aksi terduga penembak Palestina yang menewaskan warga Israel. Militer Israel juga menembak mati seorang pengendara mobil Palestina yang diklaim berupaya menabrak aparat.
Pelaku bersenjata tersebut memberondongkan peluru dari dalam mobilnya ke arah kerumunan warga Israel di sumber mata air dekat permukiman Neve Tzuf, sekitar Ramallah, menurut keterangan resmi polisi dan militer via Reuters.
Tenaga medis di lokasi kejadian melaporkan korban berada di kendaraan dalam kondisi kritis akibat luka tembak parah. Kepolisian mengonfirmasi korban akhirnya mengembuskan napas terakhir setibanya di rumah sakit.
Selang beberapa waktu, aparat kepolisian berhasil melacak sekaligus menangkap tersangka penembakan di salah satu fasilitas medis di Ramallah.
Merespons peristiwa berdarah itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung memerintahkan seluruh instansi keamanan mempertebal personel, menggencarkan penangkapan, serta meningkatkan operasi ofensif di area tersebut.
Sementara itu, faksi pejuang Palestina Hamas melayangkan pujian atas aksi penembakan itu, kendati mereka tidak mengklaim tanggung jawab secara langsung.







