CECOT berfungsi sebagai fasilitas pemasyarakatan raksasa yang menampung sederet pentolan geng kriminal paling mematikan.
Presiden Peru Keiko Fujimori mendatangi Centro de Confinamiento del Terrorismo (CECOT), sebuah kompleks tahanan masif karya pemerintah El Salvador untuk mengurung para kriminal paling berbahaya di wilayah tersebut.
Fasilitas kurungan ini terbagi dalam delapan blok hunian berdaya tampung sampai 40.000 jiwa. Kapasitas rancangan berskala kolosal ini otomatis menempatkannya sebagai salah satu penjara terbesar di seantero jagat.
Hasil investigasi Human Rights Watch bersama University of California, Berkeley mengungkapkan bahwa satu ruang sel berisikan ranjang susun besi empat tingkat guna menampung kurang lebih 80 narapidana. Dipan tersebut sekadar lempengan baja polos tanpa alas kasur ataupun sprei.
Sistem pengawasan CECOT diterapkan berlapis-lapis. Rujukan data pemerintah El Salvador mencatat kurang lebih 600 prajurit militer bersama 250 aparat kepolisian berjaga selama 24 jam penuh di lokasi. Laporan BBC menambahkan ada sekitar 1.000 sipir yang ikut mengamankan area penjara.
Larangan mutlak menerima kunjungan sanak keluarga menjadi aturan paling keras di CECOT. Seluruh napi pun sama sekali tak diberikan pelatihan kerja, edukasi, maupun bimbingan rehabilitasi masa depan. Pemerintah El Salvador bahkan menegaskan bahwa para tahanan tersebut tak akan diizinkan kembali membaur ke masyarakat luas.
Para warga binaan ini juga dilarang mengakses jendela luar, kipas angin, serta pendingin ruangan. Ruang tahanan mereka cuma ditunjang oleh dua toilet serta dua bak pencucian.








