Kementerian Agama bersama British Council resmi merilis agenda STEPS-CoP demi mendongkrak kompetensi 6.000 tenaga pendidik Madrasah Ibtidaiyah sebelum implementasi Bahasa Inggris menjadi kurikulum wajib pada 2027.
Kementerian Agama (Kemenag) berkolaborasi aktif dengan British Council menggelar pelatihan kemampuan instruksional Bahasa Inggris untuk 6.000 pengajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jakarta, Selasa. Agenda strategis bertajuk Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice (STEPS-CoP) tersebut merupakan langkah antisipatif sebelum mata pelajaran Bahasa Inggris diwajibkan bagi murid kelas III sampai VI pada 2027 mendatang.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menggarisbawahi urgensi aturan anyar ini. "Penerapan Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah bukan sekadar menambah mata pelajaran, melainkan bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi madrasah agar mampu mengakses pengetahuan global dan berinteraksi dengan dunia yang semakin terbuka, tanpa kehilangan nilai-nilai inti dan karakter mereka," ucapnya.
Penerapan Sistem Komunitas Praktik
Tidak serupa dengan lokakarya konvensional yang berdurasi singkat, agenda STEPS-CoP memanfaatkan mekanisme Community of Practice (CoP) alias komunitas praktik. Metode mutakhir tersebut dirancang khusus untuk memfasilitasi pembinaan karier profesional tenaga pendidik secara konsisten lewat budaya saling bekerja sama antarstaf pengajar sejawat.
Mengawali proses realisasi, agenda kerja sama ini menggelar fase Training of Trainers (ToT) yang melibatkan sebanyak 68 figur pimpinan CoP. Seluruh peserta terpilih berasal dari lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam, dewan pengawas madrasah, serta balai diklat pendidik. Para instruktur inti ini selanjutnya memegang tanggung jawab memandu perkumpulan belajar pada 34 wilayah kota serta kabupaten.
Guna memastikan peningkatan kompetensi terpetakan secara presisi, inisiatif tersebut memanfaatkan instrumen EnglishScore kepunyaan British Council bersama Self-Assessment Tool (SAT). Dua perangkat evaluasi ini dipakai memetakan kecakapan awal Bahasa Inggris dan keterampilan mengajar para guru, sehingga pelatihan lanjutan bisa disesuaikan dengan profil masing-masing individu secara personal.
"Guru tidak hanya membutuhkan pelatihan lain yang berakhir begitu sesi selesai. Kita membutuhkan ruang berkelanjutan untuk mendiskusikan tantangan nyata di kelas, berbagi praktik yang berhasil, dan belajar dari sesama pendidik," tandas Menag Nasaruddin Umar.
Langkah Investasi Jangka Panjang
Direktur British Council untuk Indonesia merangkap Direktur Asia Tenggara, Summer Xia, menegaskan kesiapan kurikulum baru bukan sebatas urusan formalitas akademis. "Ketika kita berinvestasi pada guru, kita berinvestasi pada berbagai peluang yang akan terbuka bagi generasi pembelajar di masa depan," tuturnya.
Direktur Asia Pasifik British Council, Kate Joyce, menyoroti vitalnya kemitraan strategis ini mengingat tingginya populasi jaringan madrasah nasional. Kini, terdata melampaui 26.800 institusi Madrasah Ibtidaiyah di penjuru nusantara. Kemenag pun mengajak pengelola sekolah, wali murid, dan publik menciptakan ekosistem kondusif penguasaan bahasa internasional.
Skema STEPS-CoP diproyeksikan berkembang menjadi acuan pembinaan kualitas pengajar berkelanjutan yang siap diaplikasikan lebih masif guna menjangkau ribuan guru tanah air.
Artikel ini dirangkum melalui dukungan AI.





