Fasilitas penerbangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Pulau Bali sukses melayani kedatangan serta keberangkatan sebanyak 6,6 juta penumpang pada rentang triwulan III 2026, memperlihatkan kenaikan sebesar 16 persen dibanding periode triwulan sebelumnya. Lompatan trafik tersebut didorong oleh tingginya mobilitas jalur internasional maupun domestik.
DENPASAR – Pihak pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengumumkan lonjakan volume pengguna jasa aviasi sampai menyentuh 16 persen sepanjang masa triwulan III (Juli sampai September) 2026. Gerbang udara utama Pulau Dewata ini berhasil mencatatkan pelayanan terhadap 6,6 juta pelancong, tumbuh sangat signifikan apabila dikomparasikan terhadap catatan triwulan II yang membukukan 5,9 juta pelancong.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan bahwa dinamika pergerakan para pelancong di triwulan ketiga ini berperan sebagai barometer vital guna memantau perkembangan industri angkutan udara secara nyata. “Capaian positif tersebut mencerminkan semakin tingginya minat kunjungan wisatawan ke Pulau Bali menjelang akhir tahun 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi di Denpasar, Selasa (11/10).
Jika dibedah dari aggregate 6,6 juta pelancong pada kurun waktu tersebut, proporsi sebanyak 4,3 juta orang merupakan trafik pelancong jalur internasional dan sisa 2,3 juta orang lainnya berasal dari rute domestik. Sementara itu, total operasional lalu lintas pesawat terdata menyentuh 37 ribu pergerakan, yang meliputi rute luar negeri sejumlah 19 ribu pergerakan serta rute dalam negeri sejumlah 18 ribu pergerakan armada.
Rute Anyar dan Performa Kumulatif
Selama rentang Juli sampai September 2026, pihak otoritas Bandara Ngurah Rai turut memfasilitasi delapan kali operasional penerbangan perdana alias inaugural flight. Pembagian rute perdana ini mencakup enam jalur penerbangan domestik baru beserta dua jalur penerbangan internasional baru. Deretan jalur domestik mutakhir tersebut diramaikan oleh rute menuju Waingapu, Wakatobi, serta Surabaya yang dioperasikan maskapai TransNusa, ditambah tiga trayek tujuan Bandung yang dilayani armada Garuda Indonesia, Citilink, serta Super Air Jet. Sedangkan untuk dua jalur mancanegara terbaru meliputi rute Beijing Daxing dari armada China Eastern Airlines dan rute Phuket yang dijalankan maskapai TransNusa.
Nugroho Jati menerangkan lebih jauh bahwa akselerasi kuat sepanjang triwulan ketiga secara langsung mengerek performa operasional bandara secara kumulatif. Dari perhitungan keseluruhan sejak Januari sampai September 2026, simpul transportasi udara ini sudah menampung hingga 17,6 juta penumpang. Angka rata-rata lalu lintas harian orang yang singgah maupun berangkat melewati bandara di kawasan selatan Bali ini terhitung berada pada kisaran 64 ribu orang tiap harinya selama sembilan bulan berjalan tahun berjalan.
Akumulasi menyeluruh dari pelayanan tersebut terbagi atas 11,3 juta pelancong mancanegara dan 6,2 juta pelancong rute nusantara. Pada aspek traffic pesawat, akumulasi total telah menyentuh angka 105 ribu pergerakan terbang, dengan rincian jalur lintas negara sebanyak 56,9 ribu pergerakan serta penerbangan domestik sejumlah 48,6 ribu pergerakan.
Rute Terpadat serta Statistik Kunjungan Turis
Mengenai koridor penerbangan nusantara, wilayah Jakarta memimpin sebagai destinasi paling ramai setelah membukukan angka trafik mencapai 2,7 juta penumpang. Posisi berikutnya ditempati oleh Surabaya lewat catatan 973 ribu orang, Labuan Bajo sejumlah 446 ribu penumpang, Lombok Praya sebesar 356 ribu penumpang, lalu disusul Makassar dengan catatan 328 ribu penumpang.
Di sektor penerbangan global, negara tetangga Singapura bertengger di tempat tertinggi sebagai trayek tersibuk dengan melayani sekitar 2 juta pelancong. Urutan lanjutan diisi Kuala Lumpur yang membukukan 1,1 juta pelancong, Perth mencapai 900 ribu orang, Melbourne menorehkan 828 ribu orang, serta Sydney yang menghimpun volume sebesar 652 ribu pelancong.
Bila dipetakan lewat asal kewarganegaraan para pelancong, paspor Australia terus mendominasi arus wisatawan yang mendatangi Pulau Dewata lewat catatan impresif 1,3 juta jiwa. Posisi berikutnya disusul turis asal Cina yang menyentuh angka 474 ribu pelawat, India dengan torehan 406 ribu wisatawan, pelancong dari Britania Raya sejumlah 234 ribu pelawat, serta turis asal Korea Selatan yang mencapai 226 ribu pelancong.
Nugroho Jati memastikan jajaran pengelola bandara senantiasa menaruh perhatian tertinggi pada aspek keselamatan, keamanan, hingga tingkat kenyamanan prima seluruh pengguna jasa penerbangan. “Bandara merupakan salah satu simpul utama dari pengalaman perjalanan para wisatawan di Pulau Bali, karena itu kami berupaya menghadirkan layanan sepenuh hati, yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan,” tuturnya.
Materi artikel ini diproduksi serta disusun lewat dukungan teknologi kecerdasan buatan AI.





