Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel, Menteri ESDM Soroti Harga BBM Nonsubsidi

Posted on
banner 336x280

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa lonjakan harga minyak mentah global yang melampaui level US$100 per barel bakal memengaruhi banderol BBM nonsubsidi di tanah air.

"Ya kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan lagi, tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai 100 lebih, 100 dolar lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional," kata Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9).

banner 468x60

Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa pihak pemerintah tidak berencana menaikkan tarif untuk BBM bersubsidi.

Oleh sebab itu, Bahlil mengimbau kalangan warga yang berekonomi mampu agar senantiasa memilih serta membeli bahan bakar nonsubsidi.

"Tapi maksud saya adalah, saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ucapnya menambahkan.

Kondisi pasar komoditas energi global memang masih bertahan di atas ambang US$100 per barel. Tercatat pada Jumat (11/9), minyak mentah acuan Brent terangkat kisaran 1 persen ke angka US$108,68 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 1 persen menuju posisi US$103,45 per barel.

Kedua barometer internasional tersebut sebelumnya sudah melambung di atas 6 persen pada sesi transaksi Kamis (10/9). Dihitung dalam rentang sepekan, patokan Brent beserta WTI sama-sama telah melonjak mendekati 13 persen.

Secara terpisah, PT Pertamina Patra Niaga menjamin penentuan harga produk BBM nonsubsidi semisal Pertamax dan Pertamina Dex tetap mengacu skema formula ketetapan regulator.

Penegasan tersebut diutarakan menyikapi pergerakan beragam variabel pembentuk harga jual bahan bakar minyak, khususnya tren minyak mentah internasional serta fluktuasi nilai tukar rupiah atas dolar AS.

VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan pihaknya senantiasa patuh pada regulasi pemerintah terkait penetapan seluruh kategori BBM.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM.

Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," tegas Kitty lewat siaran pers, Sabtu (12/9).

banner 336x280