Jakarta, CNBC Indonesia – Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko secara resmi dicopot sementara dari posisinya setelah kedapatan kabur ke luar negeri saat penyelidikan kasus korupsi besar yang melibatkan lingkaran internal lembaganya tengah berjalan.
Disadur dari Euronews, Rabu (16/9/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil tindakan tegas menonaktifkan Kravchenko pada hari Senin. Kebijakan cepat ini diterapkan beberapa jam berselang usai pejabat nomor satu di kejaksaan tersebut terbukti pergi dari negaranya setelah menyerahkan surat pengunduran diri.
Menurut pemberitaan media lokal berdasarkan keterangan pihak penegak hukum, Kravchenko diduga kuat menerobos perbatasan negara saat malam hari. Pasca pelariannya, ia mengunggah video klarifikasi yang mengklaim telah meneken berkas pemberitahuan kecurigaan untuk Semen Kryvonos, pimpinan Biro Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU). Kravchenko menuding Kryvonos memanipulasi dokumen kenegaraan demi memperoleh keuntungan pribadi secara melawan hukum.
Menanggapi tudingan itu, Kryvonos langsung menepisnya secara tegas serta menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya sama sekali belum melihat atau menerima surat resmi tersebut. Lembaga NABU bersama Kantor Kejaksaan Antikorupsi Khusus (SAPO) pun mengutuk keras langkah manuver dari Kravchenko.
"Tindakan tersebut adalah bagian dari serangan sistematis terhadap lembaga antikorupsi independen," tegasnya.
Perseteruan panas tingkat elite ini mendorong Presiden Zelenskyy bertindak langsung pada Senin malam melalui pengesahan dekrit penangguhan. Ia bahkan meminta parlemen segera meresmikan pemecatan Kravchenko secepatnya.
"Jaksa agung ini hanya memiliki satu jalan ke depan: pemberhentian dari jabatan," tegasnya.
Komite di parlemen terkait dikabarkan telah merestui instruksi presiden, dan seluruh anggota dewan dijadwalkan melangsungkan pemungutan suara guna memecat Kravchenko pada hari Selasa.
Untuk diketahui, Kravchenko sejatinya telah melayangkan surat mundur sejak 7 September lalu seusai investigasi NABU dan SAPO menguak sindikat kriminal yang menyeret beberapa aparat di Kejaksaan Agung. Tim penyidik membongkar bahwa kawanan oknum ini kerap mengantongi dana suap dari operasional call center penipuan.
Sebagai gantinya, oknum penegak hukum ini mengabaikan aksi ilegal itu sekaligus membantu proses pencucian uang miliaran rupiah hasil tindak kriminal.
Di tengah pengusutan perkara, aparat berwenang sudah memeriksa ruang kerja Kravchenko. NABU turut menyebarkan rekaman suara yang menyebutkan figur seorang "bos", dengan rincian nama patronimik serta riwayat tugas terdahulu sebagai ketua Layanan Pajak Negara yang persis dengan identitas Kravchenko.
Walau demikian, hingga kini dirinya belum secara yuridis dijerat pasal ataupun dijadikan tersangka, dan ia tetap kukuh membantah seluruh keterlibatan dalam skandal memalukan tersebut.







