Tren Permintaan Emas Melonjak, GoPay Hadirkan Fitur Investasi Mulai Rp1.000

Posted on
banner 336x280

Tingkat permintaan komoditas emas di tanah air melonjak signifikan hingga menyentuh angka 40 persen pada triwulan kedua tahun 2026.

Kini, akses kepemilikan instrumen emas digital semakin gampang dijangkau oleh publik luas melalui nilai modal awal minimal sebesar Rp1.000. Mekanisme penanaman modal dengan nominal sangat terjangkau ini menjadi alternatif solusi menarik bagi masyarakat, terutama kalangan pemuda, yang berkeinginan memulai langkah investasi tanpa perlu repot menyimpan wujud fisik logam mulia.

banner 468x60

Melihat potensi pasar tersebut, GoPay berinisiatif merilis fitur GoPay Emas Digital by Treasury yang terintegrasi di dalam menu GoPay Investasi. Layanan finansial baru yang dihadirkan lewat kolaborasi strategis bersama PT Indonesia Logam Pratama ini memfasilitasi setiap pemakai platform untuk melakukan kegiatan pembelian maupun penjualan saldo emas secara langsung dalam aplikasi GoPay.

Kelvin Timotius selaku Direktur Bisnis Konsumen GoPay memaparkan, inovasi produk ini dirancang guna merespons kebutuhan publik akan saluran investasi yang jauh lebih efisien, fleksibel, sekaligus ramah di kantong. Tidak sekadar menyederhanakan proses transaksi, pihak manajemen juga menghadirkan sistem pemisahan antara kantong investasi dan dompet transaksi operasional sehari-hari demi menolong pengguna menata keuangannya secara rapi.

“Ini memungkinkan pengguna membeli dan menjual emas digital dengan harga terjangkau secara instan,” ujar Kelvin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Peluncuran sarana baru ini terealisasi di saat grafik kebutuhan emas nasional tengah mengalami kenaikan tajam. Mengacu pada data laporan Gold Demand Trends kepunyaan World Gold Council terbitan Juli 2026 yang dipaparkan perusahaan, total konsumsi emas di Indonesia menyentuh angka 15 ton pada kuartal II 2026, mencatatkan peningkatan sekitar 40 persen jika dibandingkan capaian periode serupa setahun sebelumnya.

Kendati ketertarikan publik terhadap instrumen logam mulia terus melonjak, jalan menuju kepemilikan investasi masih menemui beraneka ragam rintangan nyata. Survei internal yang digelar GoPay terhadap segmen demografi berusia 25 sampai 30 tahun memperlihatkan bahwasanya keterbatasan waktu luang mengunjungi toko konvensional, stok emas fisik yang minim, serta rasa waswas terhadap ancaman kehilangan menjadi bahan pertimbangan utama calon pemodal pemula.

“Namun, riset kami terhadap kelompok usia 25 tahun sampai 30 tahun menunjukkan masih ada sejumlah hambatan dalam berinvestasi emas, seperti keterbatasan waktu untuk datang ke gerai fisik, keterbatasan stok emas fisik di pasaran, hingga risiko kehilangan atau pencurian,” ucap Kelvin.

Berdasarkan penjelasan Kelvin, dinamika serta hambatan tersebut justru menciptakan peluang emas untuk memperluas instrumen investasi berbasis ekosistem digital. Melalui fasilitas transaksi yang dapat dimulai mulai nominal Rp1.000 saja, nasabah dapat menyesuaikan pengeluaran investasinya seturut kekuatan finansial masing-masing tanpa harus memaksakan diri mengumpulkan modal besar di muka.

GoPay pun turut menghadirkan pemisahan rekening saldo investasi dari dompet utama yang biasa dipakai membiayai kebutuhan harian konsumen. Fitur pemisahan ini sengaja ditujukan guna mendorong masyarakat membangun kebiasaan positif dalam menyisihkan dana tabungan masa depan secara lebih berdisiplin dan konsisten.

Kelvin menggarisbawahi bahwa emas sejatinya telah lama dikenal sebagai salah satu aset favorit yang akrab bagi warga Indonesia. Walau demikian, stereotip keliru bahwa mengoleksi logam mulia menuntut ketersediaan modal bernilai besar sering kali menjadi batu sandungan bagi sebagian besar calon investor.

“Masyarakat sudah sangat akrab dengan emas sebagai instrumen investasi karena mudah dipahami dan nilainya yang cenderung stabil. Namun, menabung emas seringkali dilihat sebagai instrumen investasi yang mahal,” kata Kelvin.

Melalui kehadiran ekosistem GoPay Investasi, korporasi semakin melebarkan jangkauan produk keuangan digitalnya, bertransformasi dari sekadar alat transaksi pembayaran rutin menuju pengelolaan portofolio aset yang menyeluruh. Penawaran emas digital bermodal amat minim ini diharapkan sanggup menawarkan jalan keluar bagi publik yang ingin menyicil aset berharga mereka setahap demi setahap.

Kendati bisa diakses melalui modal yang sangat terjangkau, aktivitas investasi emas pada dasarnya tetap menyimpan risiko pergerakan fluktuasi nilai pasar. Oleh karena itu, para pengguna diimbau untuk selalu mencermati target tujuan finansial, kapasitas kantong pribadi, serta risiko pergeseran harga komoditas sebelum memutuskan bertransaksi.

Permintaan Emas Meningkat, GoPay Luncurkan Fitur Investasi

Antrean BBM Bali Mulai Normal, Sosiolog Sebut Kolaborasi Jadi Kunci Ketenangan Warga

Diresmikan, Proyek Gas Jangkrik-Maha Ditargetkan Genjot Produksi Hingga 290 MMSCFD

Warkop Modern Ini Buka Cabang Ketiga di Tangerang, Bidik 10 Gerai pada Tahun Pertama

PHEV Tawarkan Fleksibilitas Elektrifikasi, DFSK E5 Plus Jadi Salah Satu Opsi

banner 336x280