Insiden maut melibatkan dua armada kereta cepat di Spanyol merenggut sedikitnya 68 nyawa sekaligus membuat beberapa gerbong anjlok. Secara keseluruhan, ada 544 orang menaiki kedua rangkaian tersebut.
Musibah fatal pada Rabu (28/10/2026) ini menewaskan sedikitnya 68 penumpang. Otoritas setempat mencatat bahwa peristiwa kelam tersebut merupakan kecelakaan maut kedua dalam tempo kurang dari setahun pada lintasan Madrid menuju kawasan Andalusia di Spanyol selatan.
Aparat kepolisian bersama petugas penyelamat terlihat menyisir area kejadian perkara. Tim darurat bergerak cepat mengevakuasi para korban luka memakai tandu dan memeriksa kondisi fisik gerbong yang saling bertumpukan.
Berdasarkan keterangan narasumber yang memahami jalannya peristiwa, armada ekspres milik operator swasta Iryo mendadak berhenti di dekat Toledo lantaran malafungsi persinyalan. Penghentian rangkaian itu terjadi seusai adanya arahan resmi dari ADIF, lembaga pengelola infrastruktur rel Spanyol.
Nahas, armada berkecepatan tinggi lain milik Renfe menghantam bagian belakang kereta Iryo yang sedang terdiam dalam laju kencang. Tubrukan keras tersebut memaksa sejumlah gerbong dari kedua belah pihak terlempar keluar lintasan.
Pemerintah daerah Castilla-La Mancha mengonfirmasi data korban jiwa melonjak ke angka 68 orang, bertambah drastis dari temuan awal sebanyak 10 jenazah. Sejak semula, pihak berwenang memang sudah memperkirakan angka kematian dapat terus merangkak naik.
Sejumlah penyintas yang sukses melarikan diri segera dibawa menjauh dari lokasi hantaman. Esther Padilla selaku juru bicara Castilla-La Mancha menerangkan ada 147 individu di kereta Iryo dan 397 orang pada kereta Renfe, sehingga jumlah menyeluruh mencapai 544 penumpang.
Sampai informasi pemberitaan Reuters ini dirilis ke publik, baik pihak Iryo maupun Renfe sama-sama belum merilis tanggapan resmi mengenai tabrakan hebat tersebut.








