The Fed Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps, Nilai Tukar Rupiah Terancam Melemah

Posted on
banner 336x280

Langkah Bank Sentral Amerika Serikat mengerek suku bunga acuan dinilai bakal berdampak langsung pada stabilitas rupiah.

JAKARTA — The Federal Reserve (The Fed) secara resmi menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin (bps) menuju rentang 3,75–4 persen lewat rapat pada Rabu (16/9/2026), yang menjadi lonjakan perdana sejak Juli 2023. Langkah moneter tersebut diperkirakan menghadirkan beban berat bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

banner 468x60

“Kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 bps menjadi 3,75–4,00 persen tampak kecil. Dampaknya bagi rupiah justru dapat jauh lebih besar daripada angka itu,” ujar Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi melalui rilis resminya, Kamis (17/9/2026).

Syafruddin menguraikan sorotan utamanya bertumpu pada indikasi bahwa The Fed bukan semata-mata menaikkan bunga pinjaman, tetapi juga memandang laju inflasi kian meluas sekaligus persisten.

“Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan memperkirakan setidaknya satu kenaikan lagi sebelum akhir 2026. Inilah tesis utamanya: ancaman bagi rupiah bukan satu Fed hike, melainkan perubahan rezim dari higher-for-longer menjadi higher-again,” ungkapnya.

Ia memaparkan, problem mendasar berasal dari perpaduan kondisi ekonomi yang menyulitkan pasar berkembang. Angka inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS ditaksir menyentuh 3,7 persen pada 2026 dan baru mencapai target 2 persen pada 2029, sedangkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil justru diestimasi 2,3 persen disertai tingkat pengangguran 4,1 persen.

“Ketua Fed Kevin Warsh menilai belanja domestik tetap tangguh, produktivitas kuat, investasi modal robust, dan pasar tenaga kerja menguat. Artinya, ekonomi AS masih cukup kuat untuk menanggung pengetatan. Paradoksnya, kekuatan ekonomi AS dapat menjadi sumber tekanan eksternal bagi Indonesia,” tuturnya.

Syafruddin menambahkan, proses transmisi berlangsung melalui nilai uang global. Ketika suku bunga dikerek The Fed dan pelaku pasar memproyeksikan pengetatan lanjutan, imbal hasil instrumen berbasis dolar kian memikat. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat bertengger di kisaran 4,96 persen setelah keputusan The Fed dipublikasikan.

“Investor kemudian membandingkan return aset rupiah dengan aset dolar setelah memperhitungkan risiko kurs. Jika selisih return menyempit sementara risiko rupiah meningkat, modal global tidak perlu mengambil risiko tambahan di Indonesia,” jelasnya.

“Dolar menguat, permintaan lindung nilai meningkat, dan tekanan terhadap rupiah dapat membesar. Karena itu, perubahan ekspektasi jalur Fed dapat memengaruhi rupiah bahkan sebelum kenaikan berikutnya benar-benar diumumkan kepada pasar,” lanjut Syafruddin.

Setelah fase itu, ia memaparkan guncangan tidak cuma melanda pasar valuta asing. Pelemahan kurs rupiah memicu bahaya imported inflation sekaligus mempersempit kelonggaran bagi Bank Indonesia (BI). Pada Agustus, BI memutuskan menahan BI Rate pada posisi 5,75 persen demi menjaga ketahanan rupiah, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi.

“Jika tekanan eksternal menguat, BI menghadapi trade-off: mempertahankan suku bunga tinggi untuk menjaga daya tarik aset rupiah, atau memberi dukungan lebih besar kepada kredit dan pertumbuhan domestik. Pilihan pertama menahan aktivitas, pilihan kedua dapat memperbesar tekanan kurs,” tegasnya.

Syafruddin menegaskan konsekuensi sekunder jauh lebih krusial. Kebijakan ketat The Fed berpotensi mengangkat yield Surat Berharga Negara (SBN) lantaran penanam modal menuntut premi atas risiko nilai tukar dan suku bunga. Dampaknya ongkos pembiayaan negara melambung, beban modal korporasi membengkak, pinjaman makin mahal, serta kelayakan proyek investasi margin tipis kian runtuh.

“Rantai transmisinya jelas: Fed hike mendorong return dolar, memperketat arus modal, menekan rupiah, membatasi ruang BI, menaikkan biaya dana, lalu mengurangi momentum investasi dan pertumbuhan,” pungkasnya.

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Rupiah Berpotensi Tertekan

Pemerintah Siapkan Aturan Cegah Konsumen Beralih ke BBM Subsidi

Antam Gelar Sayembara Desain, Hadiah 20 Gram Emas

Daya Beli Kelas Menengah Tergerus, GAIKINDO Kejar Target Penjualan Mobil

Empat PR Menanti Suahasil Nazara sebagai Menkeu, Ini Kata Ekonom

banner 336x280