Terkuak Alasan Low Tuck Kwong Lepas Saham BYAN Rp26 Triliun ke Haji Isam

Posted on
banner 336x280

Pelepasan kepemilikan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada pengusaha Haji Isam murni didasari pertimbangan komersial bisnis.

JAKARTA — Dato’ Low Tuck Kwong memastikan pelepasan 30,25 persen porsi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada PT Jhonlin Baratama milik pengusaha Haji Isam berjalan murni atas kalkulasi bisnis tanpa paksaan siapa pun. Penjelasan resmi tersebut diutarakan Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, saat menghadiri kegiatan BAYRUN for Charity 2026 di area Senayan, Jakarta, Ahad (8/11/2026).

Merlin menjelaskan bahwa sebelum kepemilikan tersebut diserahkan ke pihak Haji Isam, manajemen Bayan sempat menawarkan portofolio saham tersebut kepada beberapa calon mitra korporasi lain, baik entitas domestik maupun luar negeri. Kendati demikian, seusai proses eksplorasi serta penjajakan bergulir, Haji Isam tampil menjadi figur peminat paling serius untuk mengeksekusi pembelian.

“Low Tuck Kwong membenarkan BYAN secara nyata menjual saham ke Haji Isam, murni bisnis dan dilakukan transparan serta tidak ada tekanan apa pun,” tegas Merlin.

Menurut pemaparan Merlin, kebijakan korporasi ini sepenuhnya bagian agenda bisnis yang dijalankan secara terbuka. Pihaknya menambahkan kedua belah pihak menaruh harapan besar agar sinergi komersial ini mampu menghadirkan sumbangsih serta pengaruh berharga untuk kemajuan Indonesia.

“Harapan kedua belah pihak baik Dato dan juga Pak Haji, bersama-sama terus membawa hal yang positif bagi Indonesia,” kata dirinya.

Merlin memaparkan Low Tuck Kwong sedari lama memahami rekam jejak Haji Isam, khususnya di industri tambang nasional. Ia juga dipandang sebagai rekanan usaha strategis yang sudah sangat dikenal.

“Reputasinya baik dan mengenal sosok Haji Isam baik sebagai partner bisnis,” tutur Merlin memungkasi keterangannya.

Mengacu pada dokumen kesepakatan, PT Jhonlin Baratama berhasil menyerap 10.084.088.370 lembar saham BYAN atau mewakili porsi 30,25 persen hak kepemilikan. Nilai pengalihan aset strategis ini menembus angka fantastis Rp26,1 triliun.

Pada periode sebelumnya, Low Tuck Kwong beserta sang putri, Elaine Low, telah merampungkan pengesahan berkas Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement bersama pihak PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.

Tahapan penyelesaian administratif transaksi kemudian resmi tuntas pada medio Oktober 2026. Hadirnya PT Jhonlin Baratama dalam daftar pemodal anyar menandai babak perubahan penting dalam konstelasi kepemilikan Bayan Resources.

Bayan Resources sendiri tercatat sebagai entitas terkemuka di sektor pertambangan batu bara nasional. Transaksi masif tersebut secara resmi mengukuhkan posisi strategis PT Jhonlin Baratama selaku pemegang 30,25 persen porsi saham emiten berkode BYAN.