Tantangan Pengembangan PLTP di Indonesia: Potensi Melimpah Energi Panas Bumi

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia konsisten mempercepat optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Langkah ini diambil guna memaksimalkan cadangan geothermal nasional sebesar 23 Giga Watt (GW), mengingat pemanfaatannya saat ini baru menyentuh angka 10 persen atau sekitar 2,7 GW.

Julfi Hadi selaku Direktur Utama MCI Renewables mengungkapkan, Indonesia menyimpan kekayaan panas bumi terbesar secara global. Karakteristik khususnya sebagai pemikul beban dasar (base load) mampu menyuplai daya nonstop 24 jam. Pasokan energi ramah lingkungan serta terbarukan ini sangat ideal menggantikan bahan bakar fosil.

Selaku entitas pengembang EBT, MCI Renewables memandang masa depan panas bumi nasional dengan optimisme tinggi. Arah pengembangan ini selaras terhadap agenda kedaulatan energi pemerintah dan percepatan transisi energi hijau demi memitigasi dampak perubahan iklim global.

Kendati demikian, kiprah pengembangan geothermal selama 45 tahun tetap menghadapi sejumlah kendala. Risiko tahap eksplorasi, kelayakan finansial proyek, serta jaminan kucuran modal perbankan masih menghambat industri. Di sisi lain, adopsi teknologi mutakhir dinilai berpotensi menjadi game changer penting.

Kini, MCI Renewables berfokus memacu agenda panas bumi Kepahiang di Bengkulu, sebuah portofolio strategis yang digarap lewat kemitraan bersama PT PLN (Persero).

Bagaimanakah pandangan pengusaha atas peluang serta hambatan panas bumi di tanah air? Saksikan perbincangan mendalam Aulia Wardhani bersama Direktur Utama MCI Renewables, Julfi Hadi, pada program Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 06/10/2026).