Jakarta, CNBC Indonesia – Kemajuan inovasi digital pada era kecerdasan buatan (AI) kini dioptimalkan guna mendorong sektor pangan, menolong para petani memangkas ongkos operasional, memudahkan tahapan bercocok tanam, pemeliharaan, pemupukan, memacu hasil panen, serta melancarkan aktivitas pascapanen dan logistik.
Sustainability Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa, mengungkapkan bahwa aparatur negara merancang beraneka inovasi bagi sektor pertanian, mencakup peranti sensor tanah guna memetakan keperluan cairan serta pupuk hingga instrumen AI.
Salma memberikan gambaran penerapan teknologi pembudidayaan ikan Nila di kawasan Jawa Barat yang berhasil menggenjot hasil tambak. Oleh sebab itu, sokongan kementerian serta lembaga pemerintah sangat diperlukan lewat pendampingan terarah supaya kaum produsen pangan mampu memakai peranti mutakhir yang tepat sasaran demi memperbesar kapasitas produksi.
Bagaimana kecerdasan buatan menyokong agrobisnis serta perikanan? Apa saja rintangan penerapannya? Saksikan kupasan mendalam Crysania Suhartanto bersama Salma Laiqa selaku Sustainability Analyst CNBC Indonesia Research di program Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 04/11/2026).
