Posisi Menteri Perindustrian (Menperin) kini resmi diamanahkan kepada Muhammad Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Agenda serah terima jabatan (sertijab) ini diselenggarakan sesudah Sarmuji dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai pimpinan kementerian yang baru pada Kamis (1/10).
Ketika acara sertijab berlangsung, Sarmuji menegaskan tekadnya meneruskan seluruh program strategis yang sebelumnya telah dibangun oleh Agus. Dirinya pun mengimbau keluarga besar Kemenperin untuk saling berkolaborasi mengoptimalkan sektor industri agar mampu menjadi pendorong laju roda perekonomian nasional serta pembuka lapangan kerja.
"Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melakukan serah terima jabatan dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita ke saya. Mudah-mudahan dengan kedekatan kami transisi ini berjalan mulus, ada bagi pengalaman, dan saya tetap berharap ada masukan, saran, nasehat dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita," ucap Sarmuji saat acara sertijab di Kemenperin, Jakarta Selatan, Jumat (2/10).
Sarmuji memandang Agus bukan hanya sebagai pendahulu di Kemenperin, melainkan figur seniornya di internal Partai Golkar. Rekam jejak kepemimpinan Agus diharapkan bisa terus memberikan kontribusi masukan konstruktif selama dirinya mengemban amanah memimpin kementerian tersebut ke depan.
Menurut Sarmuji, sektor perindustrian memiliki peran krusial bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus penyerapan tenaga kerja secara luas. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh jajaran serta para pejabat Kemenperin bahu-membahu menuntaskan agenda pembangunan nasional.
Ia juga menegaskan komitmen kuat dalam melanjutkan kesinambungan kerja yang telah dicapai era Agus. Baginya, fondasi dasar yang telah diletakkan menteri terdahulu bakal semakin dikokohkan dan ditingkatkan prestasinya.
"Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai menteri, tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai oleh Bang Agus Gumiwang Kartasasmita. Yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali," tutur Sarmuji.
Di samping mempertahankan stabilitas program lama, Sarmuji mendorong aparatur Kemenperin jeli menangkap berbagai peluang kemajuan industri baru serta menetapkan target yang lebih tinggi. Pembahasan rencana taktis, koordinasi pemangku kepentingan, hingga skema kemitraan baru akan dimatangkan kemudian.
"Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Jangan berpikir kendalanya terlebih dahulu, mari kita berpikir opportunity-nya terlebih dahulu," katanya.
Sarmuji turut meminta seluruh staf Kemenperin tidak ragu melayangkan koreksi apabila ada kekeliruan arah kebijakan. Ia secara terbuka mengingatkan agar staf tidak memberikan pelayanan berlebihan yang berpotensi membatasi kelancaran komunikasi kerja internal.
"Jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Nanti penghormatan yang berlebih, pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua," jelas Sarmuji.
Sarmuji dilantik Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Kamis (1/10), menggantikan posisi Agus Gumiwang Kartasasmita. Pengangkatan ini berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 perihal pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Dalam seremoni itu, Sarmuji melafalkan sumpah jabatan langsung di hadapan Prabowo. Figur ini sebelumnya memegang amanat selaku Sekretaris Jenderal Partai Golkar.
Kiprahnya berawal dari Staf Ahli DPR sebelum menjabat wakil rakyat selama tiga periode sejak 2014. Di parlemen, Sarmuji bertugas di Komisi VI terkait investasi, perdagangan, perindustrian, BUMN, koperasi, serta di Komisi IX hingga Badan Anggaran.
Untuk periode 2024-2029, Sarmuji sempat kembali ditugaskan pada Komisi VI DPR guna mengurusi ranah perdagangan, pengawasan persaingan usaha, dan BUMN.








