Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji memberikan arahan penting bagi jajaran kementerian usai menjalani agenda serah terima jabatan (sertijab) dari menteri sebelumnya, Agus Gumiwang Kartasasmita.
Dirinya mendorong seluruh pegawai agar berkolaborasi kompak, jeli menangkap setiap potensi kemajuan sektor manufaktur, serta menghindari pemberian penghormatan maupun pelayanan yang terlampau berlebihan kepada dirinya.
Sarmuji menjelaskan bahwa perlakuan yang berlebihan malah berpotensi memunculkan jarak antara dirinya dengan para staf Kemenperin. Dia mengimbau seluruh aparatur kementerian tetap berani menyampaikan pandangan, saran konstruktif, dan memberikan teguran jika ada kekeliruan dalam kepemimpinannya.
"Kalau ada hal-hal yang barangkali perlu diingatkan kepada saya, jangan sungkan-sungkan. Saya juga, saya umumkan di sini, jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya," tutur Sarmuji pada rangkaian prosesi sertijab di Kemenperin, Jakarta Selatan, Jumat (2/10).
Sarmuji menilai, sikap feodal atau penghormatan yang melewati batas wajar dapat mempersempit ruang komunikasi terbuka serta menghambat diskusi strategis perumusan regulasi. Oleh sebab itu, dirinya menekankan pentingnya budaya saling mengingatkan antarpegawai selama mengemban tugas kementerian.
"Nanti penghormatan yang berlebih, pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua. Akan mempertajam dinding-dinding yang membatasi kita untuk bisa berdiskusi, berdialektika, memberikan masukan, memberikan saran terhadap kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil," paparnya.
Tidak sebatas ditujukan pada lingkungan internal kementerian, imbauan itu juga ditegaskan Sarmuji bagi keluarganya agar terhindar dari perlakuan istimewa. Dia secara personal meminta sang istri meneladani figur Loemongga Haoemasan, istri Agus Gumiwang, yang dipandangnya selalu memperlihatkan keteladanan bersahaja sekaligus penuh kerendahan hati.
"Saya juga minta, ini ada istri saya juga, juga jangan diperlakukan berlebihan. Saya minta istri saya juga belajar kepada Ibu Mongga, yang menampilkan diri dengan sangat bersahaja, humble," ucapnya menambahkan.
Pada forum tersebut, Menperin turut menyoroti penunjukan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Faisol sebelumnya menjabat posisi Ketua Komisi VI DPR RI, sedangkan Sarmuji sempat menjadi wakil ketuanya di komisi parlemen yang sama. Kini relasi kerja keduanya bergeser setelah Faisol ditetapkan sebagai wamen mendampingi Sarmuji yang dipercaya menjabat pucuk pimpinan Menperin.
Bagi Sarmuji, pertukaran posisi ini menjadi modal positif guna memperkokoh kesolidan tim kerja di Kemenperin. Dirinya menjamin keharmonisan relasi kerja yang telah terbangun bersama Faisol bakal tetap terpelihara erat saat menuntaskan mandat pemerintahan saat ini.
"Tapi ini sekaligus juga menandakan bahwa kita bisa membangun tim yang lebih solid, lebih bisa bekerja sama. Selama ini saya sangat baik dengan ketua saya ini dan insya Allah akan tetap baik dengan Pak Wamen kita kali ini," tegas Sarmuji.
Lebih lanjut, Sarmuji mengharapkan sokongan kolektif dari segenap aparatur pemerintah serta berbagai asosiasi pelaku usaha. Menurutnya, sinergi luas amat mutlak dibutuhkan. Di samping itu, petuah dari para tokoh senior maupun purna pejabat Kemenperin yang sekarang berkiprah di Senayan tetap sangat dinantikan.
Saat prosesi serah terima jabatan, ia menegaskan tekad meneruskan kesinambungan program prioritas yang sudah dibangun Agus Gumiwang selama menakhodai kementerian perindustrian. Sektor industri manufaktur dinilainya tetap memegang peran krusial dalam mendongkrak laju ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan nasional.
Sarmuji menginstruksikan seluruh jajaran Kemenperin merumuskan sasaran-sasaran strategis dengan lebih dahulu memetakan beragam peluang potensial guna mengakselerasi kemajuan sektor industri nasional. Persoalan teknis, rencana audiensi pihak terkait, beserta format kerja sama lintas sektoral akan diselaraskan di tahap berikutnya.
"Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Jangan berpikir kendalanya terlebih dahulu, mari kita berpikir opportunity-nya terlebih dahulu," pungkas Sarmuji.








