Liputan6.com, Jakarta – Coba bayangkan sensasi terbangun dari tidur lelap di dalam bilik hotel mewah, sementara panorama di balik kaca jendela terus berganti tanpa henti. Mulai dari pemandangan petak-petak persawahan hijau, deretan perbukitan serta pegunungan yang asri, hingga hiruk-pikuk lanskap perkotaan modern, semua pesona visual tersebut dapat dinikmati secara langsung tanpa perlu beranjak sedikit pun dari peraduan kasur yang nyaman.
Sensasi kemewahan yang sangat unik serta tidak biasa inilah yang secara resmi disuguhkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI lewat inovasi terbarunya, The Nusantara Explorer. Inovasi ini merupakan satu rangkaian kereta wisata super mewah kelas premium yang secara khusus mengadopsi rancangan serta filosofi ala hotel berbintang berjalan di atas rel.
Manajemen PT KAI telah menuntaskan seluruh proses pengerjaan konstruksi serta penataan interior rangkaian gerbong prestisius tersebut. Pihak operator pelat merah ini pun telah menetapkan jadwal peresmian serta operasional perdananya pada tanggal 28 September 2027 mendatang, sebuah momentum istimewa yang secara sengaja diselaraskan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT KAI.
Amat berlainan dengan karakteristik operasional kereta api penumpang relasi jarak jauh pada umumnya, The Nusantara Explorer secara komprehensif didesain untuk menyuguhkan perpaduan harmonis antara sensasi bertualang menempuh jarak sekaligus kenyamanan beristirahat di penginapan papan atas. Melalui konsep ini, para pelancong tidak semata-mata diantarkan berpindah secara fisik dari satu kawasan urban ke kawasan lainnya, melainkan turut diajak mencecap deretan sarana serta fasilitas berkelas hotel bintang lima sembari menyaksikan keagungan bentang alam panorama bumi Nusantara dari balik kaca lebar kompartemen mereka.
Tim jurnalis Liputan6.com berkesempatan emas untuk ikut serta secara langsung dalam sesi uji coba resmi pengoperasian The Nusantara Explorer yang meluncur mulus dari titik awal Stasiun Bandung menuju ke perhentian akhir Stasiun Manggarai di Jakarta, pada hari Sabtu (19/9/2026).
Aura eksklusivitas nan megah sontak menyeruak begitu kuat merasuk indra sejak langkah kaki pertama diayunkan menapaki lantai lorong rangkaian kereta istimewa ini.
Ketika Nusantara Dibawa ke Dalam Kereta
Identitas kebudayaan Nusantara memancar sangat kuat di hampir seluruh sudut serta lorong gerbong The Nusantara Explorer. Guratan kekayaan tradisi lokal Indonesia dihadirkan lewat rupa-rupa elemen hiasan interior yang menawan, mulai dari ukiran kayu bernilai seni tinggi hingga corak motif batik yang autentik dan sarat makna filosofis.
Koleksi detail ornamen yang memukau tersebut merupakan karya murni dari keterampilan tangan-tangan terampil para perajin lokal yang berpusat di wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Sentuhan tradisional yang khas dipadukan secara cermat dengan rancangan arsitektur interior modern, sehingga memunculkan nuansa visual yang benar-benar berbeda dibanding gerbong penumpang umum.
Pendaran sistem pencahayaan bernuansa temaram nan hangat di beberapa gerbong utama turut menyempurnakan atmosfer yang sangat intim, santai, dan anggun. Lingkungan semacam itu berhasil membangkitkan persepsi bahwa para tamu sejatinya sedang menginap di suite hotel mewah dan bukan sedang menjalani perjalanan menggunakan moda transportasi rel biasa.
Formasi utuh The Nusantara Explorer mengombinasikan tujuh unit gerbong kereta yang terbagi ke dalam sejumlah kategori ruang tidur eksklusif, yakni kelas Compact Class, tipe Advance Class, dan varian tertingginya Signature Class.
Tipe Compact Class memuat enam unit kompartemen pribadi, sementara Advance Class menampung empat ruang kamar tidur berukuran lebih lapang. Adapun Signature Class dinobatkan sebagai varian teratas dengan sarana bilik tidur paling mewah, yang hanya terdiri dari dua kompartemen privat dengan kapasitas maksimal masing-masing untuk dua orang penumpang.
Liputan6.com memperoleh kesempatan istimewa untuk menjajal dan menempati langsung fasilitas kamar pada kategori Signature Class tersebut.
Tatkala panel daun pintu bilik digeser terbuka, nuansa ruangannya benar-benar merefleksikan kenyamanan kamar hotel megah alih-alih sekadar kabin kereta api konvensional. Sebuah tempat tidur empuk berdimensi besar menjadi pusat utama dari ruangan istirahat tersebut. Ruangan ini pun diperkaya dengan kehadiran sofa santai yang empuk, layar televisi berteknologi modern, meja multifungsi untuk tempat bersantap maupun menyelesaikan urusan pekerjaan, lengkap bersama kursi yang nyaman.
Kelengkapan sarana tersebut disempurnakan dengan kehadiran kamar mandi serta fasilitas sanitasi pribadi di dalam area kamar. Fasilitas kloset duduk tersedia langsung di dalam ruangan, sedangkan bilik shower air dirancang menawan menggunakan aksen sentuhan bernuansa emas mengilap yang semakin mempertegas kesan kemewahan berkelas tinggi.
Kenikmatan eksklusif yang mustahil dijumpai pada layanan kereta jarak jauh reguler adalah kemewahan menikmati perjalanan sembari bersantai di atas ranjang. Kaca jendela kamar berukuran lapang membuat para penumpang leluasa memandangi panorama alam luar yang senantiasa bergeser secara dinamis seiring laju pergerakan roda kereta.
Gaya etnik kepulauan Indonesia pun sama sekali tidak dibatasi hanya pada ornamen ruang komunal saja. Hamparan karpet lembut, bantal empuk, selimut hangat, hingga permukaan panel dinding kamar tidur dihiasi motif batik dan sentuhan pahatan kayu buatan para seniman daerah.
Penerapan tersebut menegaskan bahwa muatan budaya Nusantara tidak sebatas menjadi hiasan visual belaka, melainkan melebur menjadi satu kesatuan pengalaman yang dirasakan oleh penumpang di sepanjang perjalanan.
Restoran hingga Kereta Panoramic
Daya tarik The Nusantara Explorer tentu saja tidak cuma berkutat pada kenyamanan di dalam bilik kamar tidur semata.
Salah satu gerbong yang menjadi pusat aktivitas penumpang adalah Grand Restaurant, yang mengusung konsep fine dining. Ada pula lounge sebagai ruang santai untuk berkumpul dan menikmati perjalanan.
Di lounge, penumpang nantinya dapat menikmati live music hingga karaoke. Kedua fasilitas tersebut berada di gerbong yang berbeda sehingga memiliki fungsi dan suasana masing-masing.
The Nusantara Explorer juga menyediakan fasilitas live cooking. Penumpang dapat menyaksikan secara langsung proses makanan disiapkan oleh para koki dengan sistem keamanan yang telah disiapkan.
Semakin ke belakang rangkaian, pengalaman perjalanan semakin mengarah pada pemandangan. Di bagian akhir terdapat kereta panoramic dengan area yang memungkinkan penumpang menikmati lanskap alam secara lebih luas sepanjang perjalanan.
Seluruh rangkaian The Nusantara Explorer juga telah dilengkapi fasilitas toilet dan sistem kedap suara.
Ide yang Berawal dari PrabowoDi balik konsep hotel berjalan tersebut, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan The Nusantara Explorer berawal dari gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Bobby, gagasan tersebut menggabungkan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia dengan konsep local hospitality.
"Maka kami mendesain lah kereta ini. Itu 6 bulan ya, Pak? Kita kerjakan 6 bulan, which is akhir Juli kemarin kan sudah dicoba oleh Presiden dari Semarang ke Batang, kemudian dari Batang ke Jakarta, ke Manggarai," kata Bobby kepada wartawan pada Sabtu (19/9/2026).
Sebelum sampai pada bentuk yang kini diuji coba, rangkaian tersebut sempat mendapat sejumlah masukan setelah digunakan Presiden untuk perjalanan dari Semarang menuju Batang dan kemudian Batang menuju Jakarta.
Bobby mengatakan sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain sirkulasi pendingin ruangan (AC), jaringan internet, hingga ketersediaan air hangat.
"Ini sudah kita improve semua. Jadi karena kemarin itu kita 1,5 bulan ya, 1,5 bulan kita improve semua, jadilah hari ini nih final, versi finalnya. Jadi versi finalnya, inilah keretanya nih," ujarnya.
Bagi KAI, The Nusantara Explorer bukan semata-mata menawarkan perjalanan dengan kereta api. Pengalaman menjadi bagian penting dari konsep yang dibangun.
Panorama alam yang dilewati kereta dipadukan dengan fasilitas penginapan, kuliner, hiburan, dan unsur kebudayaan Indonesia. Konsep tersebut juga membuka peluang penggunaan kereta untuk kebutuhan kenegaraan.
The Nusantara Explorer dapat dimanfaatkan untuk menyambut kepala negara sahabat yang berkunjung ke Indonesia. Melalui perjalanan tersebut, pemerintah dapat memperkenalkan pesona alam, budaya, dan kuliner khas Indonesia.
Pada tahap awal, KAI menerapkan sistem carter atau sewa untuk jangka waktu dan rute tertentu. Artinya, satu rangkaian dapat disewa untuk kebutuhan tertentu, baik oleh pihak swasta maupun instansi pemerintah.
Skema tersebut juga membuka kemungkinan penggunaan The Nusantara Explorer untuk berbagai acara yang membutuhkan pengalaman perjalanan secara khusus.
Berapa Harganya?
Kemewahan yang ditawarkan tentu membuat satu pertanyaan muncul, yakni berapa biaya yang harus disiapkan untuk menikmati perjalanan menggunakan The Nusantara Explorer?
KAI masih menghitung estimasi harga yang akan ditawarkan. Namun, Bobby memastikan biaya tersebut nantinya akan disesuaikan dengan pengalaman dan fasilitas yang diberikan.
Saat ditanya mengenai nominalnya, Bobby menyebut harga sewa satu rangkaian tidak mencapai Rp 100 juta.
"Value for money lah pokoknya. Value for money," ucap Bobby.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6








