Presiden Prabowo Subianto resmi mengambil sumpah jabatan Muhammad Qodari, yang akrab disapa M Qodari, untuk posisi sekretaris merangkap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Prosesi pelantikan kenegaraan tersebut digelar langsung di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin (27/44/2026).
Pelantikan ini menorehkan catatan tersendiri karena Qodari sudah empat kali dilantik sepanjang era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pergerakan karier sang tokoh politik di lingkaran utama kekuasaan Istana tergolong melesat sangat cepat.
Kiprahnya bermula saat ia ditunjuk memegang amanah sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024. Selang beberapa waktu kemudian, pria ini kembali dipercaya naik kelas menduduki kursi Kepala Staf Kepresidenan pada tahun 2025.
Tak berhenti di situ, Qodari berikutnya menerima mandat penting lainnya dengan dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada April 2026.
Sekarang, ia resmi bertugas melengkapi jajaran pimpinan anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada tanggal 15 Oktober 1973, figur Qodari selama ini sangat populer di mata publik sebagai konsultan politik, peneliti handal, dan pengamat terkemuka.
Jejak perjalanan karier Qodari berakar kuat dari ranah akademik. Ia sukses merengkuh gelar Sarjana Psikologi Sosial dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1997. Pendidikan tingginya berlanjut ke Inggris di University of Essex guna mendalami kajian Political Behavior untuk jenjang pascasarjana, yang dituntaskannya kira-kira pada 2002 silam.
Memasuki tahun 2016, gelar doktor bidang Ilmu Politik diraihnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) lewat disertasi ilmiah bertajuk "Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014," meraih predikat amat memuaskan.
Pengalaman kerjanya terbentang cukup panjang. Ia mengawali kiprah riset di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) periode Mei 1999 hingga September 2001. Dirinya sempat mengabdi di Center for Strategic and International Studies (CSIS) hingga Juli 2003, sembari mengemban tugas Chief Editor Majalah Kandidat serta Campaign and Election Magazine rentang 2003–2004.
Dirinya pun tercatat menjabat Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2003–2005 serta Wakil Direktur Eksekutif LSI hingga Oktober 2006. Kiprah independennya kian matang usai mendirikan lembaga survei Indo Barometer sejak November 2006 dan terus dipercaya menjabat Direktur Eksekutif di lembaga tersebut.
Pantau sajian informasi terbaru dan tepercaya melalui saluran Berita Liputan6.








