Redam Lonjakan Harga Energi, AS Kaji Pelonggaran Distribusi Solar Merah

Posted on

Pihak Gedung Putih Amerika Serikat kini sedang mengkaji rencana memperluas peredaran solar merah, jenis bahan bakar yang peruntukannya biasanya dibatasi ketat, guna menekan lonjakan tarif energi.

Aktivitas pengisian bahan bakar diesel terpantau di pangkalan truk kawasan Dunnigan, California, Amerika Serikat (AS), pada Senin (28/9/2026). Aparatur pemerintah federal lewat Gedung Putih melirik opsi relaksasi izin niaga solar berpewarna merah (red-dyed diesel) ke khalayak yang lebih luas demi meredam lonjakan harga minyak solar. Menurut keterangan dua narasumber internal, langkah ini berpeluang membebaskan sebagian konsumen dari kewajiban setoran pajak bahan bakar federal.

Gagasan mendistribusikan solar merah ini menjelma sebagai opsi unggulan penguasa sesudah diskusi intensif selama berhari-hari terkait instrumen pengendali harga, di samping mencuatnya rencana restriksi ekspor. Wacana pemblokiran ekspor itu sebelumnya mengemuka tatkala guncangan logistik global mengerek harga solar ke titik rekor tertinggi, kendati inisiatif tersebut diprotes keras oleh entitas industri perminyakan serta sederet pebisnis swasta.

Kabinet kepemimpinan Presiden Donald Trump terus memutar otak demi mereduksi beban harga solar tanpa mencederai distribusi suplai ataupun memicu kenaikan ongkos produksi pada sektor perekonomian lain. Upaya ini dipacu oleh desakan meredakan tingginya inflasi energi menjelang kontestasi pemilihan umum sela November, tatkala rapor pengelolaan ekonomi era Trump menuai perhatian publik yang sangat tajam.

Pihak Gedung Putih turut memohon kesediaan sukarela para korporasi kilang minyak raksasa untuk memangkas angka ekspor bahan bakar solar sebagai opsi penengah daripada pemberlakuan embargo resmi. Menteri Energi Chris Wright dikabarkan telah berkoordinasi langsung dengan pucuk pimpinan kilang-kilang besar guna menimbang peluang pemangkasan pengiriman luar negeri itu. Salah satu delegasi Gedung Putih menegaskan ketetapan resmi belum diputuskan, namun Presiden Trump meneliti seluruh instrumen guna memangkas harga bensin dan solar.

Sebagai informasi, solar merah merupakan bahan bakar diesel dengan injeksi zat pewarna khusus merah untuk mempermudah pengawasan aparat. Produk ini normalnya dialokasikan untuk pemakaian luar jalan raya (off-road) yang kebal pungutan pajak jalan raya, mencakup traktor agrikultur, kendaraan berat proyek, generator listrik, maupun armada tanpa akses jalan umum. Dewasa ini, bahan bakar diesel jalan raya terbebani pajak federal senilai 24,4 sen per galon, sedangkan solar merah bebas pajak dan cukup melunasi retribusi minim 0,1 sen per galon.

Tingginya harga komoditas diesel turut memicu otoritas beberapa negara bagian Amerika Serikat melonggarkan peredaran solar berwarna tersebut. Negara Bagian Texas merilis penetapan status darurat bencana lokal guna membebaskan pemakaian solar merah dan menghapus limitasi bobot angkut logistik minyak, komoditas agrikultur, serta kayu. Wilayah Alabama, Louisiana, beserta Nebraska pula menetapkan skema relaksasi serupa sementara waktu, seiring rata-rata nasional banderol solar telah menembus angka di atas US$6 per galon atau berkisar Rp. 107.251.