Realisasi Dana Pendidikan Tembus Rekor Rp574,2 Triliun, Program MBG Terbanyak

Posted on

Penyaluran anggaran pendidikan nasional dalam kurun sembilan bulan tahun ini mencatatkan rekor tertinggi apabila disandingkan dengan periode serupa selama rentang lima tahun terakhir.

Hingga 30 September 2026, dana yang terealisasi menyentuh Rp 574,2 triliun, melesat melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 411,7 triliun. Pada kurun 2022, pencairannya hanya berada di angka Rp 345,5 triliun, kemudian merangkak ke Rp 384,6 triliun pada 2023, serta mencatatkan Rp 407,5 triliun di sembilan bulan pertama 2024.

"Ada yang melalui belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, ada yang melalui pembiayaan," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN akhir pekan lalu, dikutip Senin (12/10/2026).

Sebagian besar dari total pencairan dana pendidikan Rp 574,2 triliun tersebut disalurkan lewat pos belanja pemerintah pusat dengan nilai menjangkau Rp 330,9 triliun.

Porsi belanja terbesar dialokasikan bagi program makan bergizi gratis senilai Rp 134,4 triliun untuk melayani 46,2 juta murid. Selain itu, proyek revitalisasi gedung sekolah maupun madrasah menyerap Rp 26,4 triliun, disusul kucuran tunjangan profesi guru (TPG) non PNS sebanyak Rp 17,9 triliun bagi 904 ribu pengajar.

Terdapat pula dukungan KIP Kuliah sebesar Rp 14,8 triliun untuk 878 ribu mahasiswa, pendistribusian dana PIP senilai Rp 11,2 triliun bagi 16 juta pelajar, alokasi BOS via Kemenag sebesar Rp 10,1 triliun untuk 9,2 juta siswa, sampai pendanaan Sekolah Unggul Garuda Rp 1,2 triliun serta Sekolah Rakyat sebesar Rp 19,3 triliun.

Sementara itu, penyaluran lewat skema transfer ke daerah (TKD) membukukan Rp 228,1 triliun. Angka ini mencakup DAU gaji pendidik Rp 107,2 triliun, TPG ASN Daerah Rp 55,7 triliun untuk 1,8 juta guru, tunjangan khusus guru ASN Daerah Rp 2 triliun kepada 66,2 ribu tenaga pendidik, dana BOS Rp 52,8 triliun bagi 43,7 juta murid, dan alokasi BOP PAUD Rp 3,8 triliun untuk menjangkau 6 juta peserta didik.

Adapun porsi pembiayaan tercatat Rp 15 triliun melalui optimalisasi dana abadi pendidikan, meliputi beasiswa LPDP kepada 21.497 penerima dan beasiswa kolaborasi untuk 11.311 orang. Dana ini turut menopang pelaksanaan 1.674 proyek riset, modal pengembangan 8 PTN berbadan hukum, hingga 3.568 pihak penerima manfaat sektor kebudayaan.

"Jadi ini satu kesatuan untuk melihat anggaran pendidikan," tegas Suahasil.