Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak di zona merah pada sesi transaksi Selasa (13/10).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks saham domestik masih berisiko meneruskan tren penurunan dalam tempo singkat.
"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave v dari wave c dari wave [y] pada label hitam, sehingga berpotensi melanjutkan koreksi ke rentang 5.850-5.911," papar Herditya lewat riset hariannya.
Herditya menakar pergerakan IHSG berada pada area support 5.887, 5.744 serta resistance 6.216, 6.296 hari ini. Dirinya mengusulkan beberapa saham pilihan, antara lain BRMS, JPFA, MBMA, ANTM, serta XISI.
Pada kesempatan lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi indeks saham kian mendekati target pelemahan di posisi 5.850 dan membuka peluang rebound sesudah menyentuh area penopang itu.
"Setelah menyentuh level 5.850, IHSG diperkirakan berpeluang rebound untuk memulai fase pemulihan jangka pendek," tutur Ivan.
Ivan memproyeksikan rentang support indeks berada pada angka 5.850, 5.768, dan 5.607, sementara resistance pada 6.128, 6.237, 6.432, serta 6.552 hari ini. Saham yang direkomendasikannya mencakup BBRI, MBMA, juga TLKM.
IHSG terlempar ke bawah level 6.000 pada penutupan bursa Senin (12/10) petang. Indeks anjlok 157,61 poin atau merosot 2,59 persen menuju level 5.936.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi pemodal menembus Rp13,66 triliun dengan volume perdagangan mencapai 62,14 miliar lembar saham.
Tercatat 114 saham berhasil menguat, 602 saham merosot, serta 77 saham stagnan pada penutupan kemarin.
Catatan Redaksi: Tulisan ini bukan anjuran membeli atau melepas saham tertentu. Seluruh keputusan penanaman modal sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
