Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali tertekan pada sesi perdagangan awal pekan, Senin (19/10).
Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, memproyeksikan IHSG masih rentan mengalami penurunan lanjutan usai menembus batas support krusial 5.317, kendati potensi rebound tetap ada setelah menguji area koreksi.
"Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan sedang membentuk wave [v], sehingga berpotensi terkoreksi ke area 5.021-5.120 sebelum berpeluang menguat menuju 5.397-5.514," papar Herditya lewat riset hariannya.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya menaksir indeks berada di kisaran support 5.063, 4.962 serta resistance 5.318, 5.607, sembari menyarankan saham ASII, INCO, TLKM, dan UNTR.
Pada saat bersamaan, Nafan Aji selaku Analis Mirae Asset Sekuritas menilai pergerakan pasar saham masih fluktuatif dengan kecenderungan terkoreksi akibat isu negatif rencana MSCI menurunkan klasifikasi pasar modal domestik dari emerging market menuju standalone market.
Kondisi penuh ketidakpastian tersebut dikhawatirkan mendorong gelombang aksi jual berlanjut, khususnya dari pemodal asing.
"Persoalan utama MSCI bukan sekadar reformasi regulasi, melainkan sejauh mana pembenahan mampu meningkatkan daya tarik investasi secara terukur dan berkelanjutan. Indonesia perlu membuktikan perbaikan transparansi, akurasi free float, dan likuiditas pasar untuk memulihkan kepercayaan investor global," tutur Nafan.
Nafan menaksir IHSG bergerak di rentang support 4.989, 4.785 serta resistance 5.318, 5.522 hari ini, dengan rekomendasi saham ANTM, BRIS, serta WINS.
IHSG sebelumnya terparkir di posisi 5.185 pada penutupan Jumat (16/10) sore, anjlok 678,67 poin atau anjlok 11,57 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi tercatat mencapai Rp31,92 triliun dengan volume perdagangan 68,56 miliar saham.
Akhir pekan kemarin mencatat 10 saham menguat, 775 saham melemah, dan 10 saham tidak berubah.
Catatan Redaksi: Ulasan ini bukan anjuran membeli atau menjual emiten tertentu. Semua keputusan berinvestasi merupakan tanggung jawab penuh para pembaca.








