Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Fase 1B, Waskita Jamin Keamanan Konstruksi

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta, termasuk rute Fase 1B garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Lewat agenda seremonial tersebut, sarana angkutan massal berbasis rel ini telah dibuka secara legal dan siap melayani penumpang sepenuhnya.

Prosesi peluncuran yang berlangsung di Stasiun Manggarai ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat negara, antara lain Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

banner 468x60

Hadir pula mendampingi jalannya acara, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin bersama Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.

Prabowo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi kepada segenap pihak yang sudah berupaya mewujudkan LRT Jakarta. Dirinya menilai, penyediaan sarana konektivitas massal semacam ini menjadi tonggak krusial bagi agenda pembangunan serta modernisasi bangsa Indonesia.

"Lima sampai enam tahun lalu, siapa yang mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang, ada LRT, KRL (Kereta Rel Listrik), ada Transjakarta, Transjabodetabek, serta Kereta Bandara. Ini menjadi transport hub," ujar Prabowo sebagaimana tertulis dalam rilis resmi, Kamis (17/9/2026).

Peluncuran jalur LRT ini, tutur Kepala Negara, membuktikan bahwa bangsa Indonesia sanggup menata kawasan metropolitan sekelas Jakarta yang berpenduduk 42 juta jiwa secara tertib, damai, dan aman di tengah alam demokrasi.

Pada kesempatan serupa, Pramono Anung menegaskan bahwa mendekati usia ke-500 tahun atau lima abad berdirinya kota, akselerasi Jakarta menjadi episentrum global yang kompetitif makin digenjot. Hadirnya LRT Jakarta bertujuan memajukan ekosistem angkutan terpadu, mendongkrak produktivitas warga, mengoptimalkan pelayanan publik, dan mempererat keterhubungan antardaerah.

"Konektivitas di Jakarta sekarang sudah 93% dan sejak dua tahun ini Pak Presiden, yang menggunakan transportasi publik meningkat setiap tahunnya sebanyak 15%. Sehingga dengan demikian, walau masih ada kemacetan pasti, tapi masyarakat di Jakarta merasakan sekarang jauh lebih mudah untuk menggunakan transportasi umum," ungkap Pramono.

Saat ini, LRT Jakarta sudah terhubung erat bersama ragam alternatif angkutan umum lain, seperti jaringan bus Transjakarta maupun rangkaian KRL Commuter Line di kawasan Manggarai.

Pramono membeberkan pula bahwa pembiayaan jalur LRT koridor Kelapa Gading menuju Manggarai sepenuhnya didanai kas daerah lewat APBD senilai Rp12,1 triliun. Membentang sepanjang 12,2 kilometer (km), rute ini diproyeksikan mampu melayani mobilisasi harian sekitar 80 ribu penumpang.

Sementara itu, Paulus memaparkan bahwa pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai oleh Waskita Karya telah menempuh beraneka uji kelayakan secara terperinci dan disiplin. Oleh karena itu, lintas rel ini dipastikan sangat kokoh serta aman dipakai puluhan ribu masyarakat per hari.

"Kami merasa bangga dapat ikut berkontribusi untuk menghadirkan moda transportasi umum yang modern dan mampu memudahkan aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya. Bagi Waskita LRT Jakarta bukan sekadar proyek, melainkan bagian dari rekam jejak kami dalam membangun negeri ini," tegas Paulus.

Sebagai pihak pelaksana konstruksi, Paulus mengakui tantangan berat membangun prasarana di tengah kepadatan lalu lintas ibu kota dengan keterbatasan ruang. Kendati demikian, perseroan sukses menyelesaikannya berkat aneka terobosan teknis, seperti skema balance cantilever melintasi Jalan Tol Wiyoto Wiyono yang beroperasi aktif serta instalasi longspan steelbox girder di atas jalur Double-Double Track (DDT) Manggarai.

Metode rumit tersebut, sambung dia, dieksekusi secara ketat mengacu prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Personel di lokasi konsisten memasang jaring pengaman (safety net) di sekeliling struktur girder balance dan melakukan inspeksi survei maupun camber harian secara berkala.

Berkat kedisiplinan tersebut, Waskita Karya mengukuhkan pencapaian 7,5 juta jam kerja terbebas dari insiden kecelakaan fatal (lost time injury) sepanjang proses pembangunan berlangsung.

"Bagi kami keselamatan para pengguna jalan dan pekerja adalah yang utama. Kami pun terus berkoordinasi dengan Jakpro (Jakarta Propertindo) sebagai owner proyek dalam menghadapi beragam situasi," jelas Paulus.

Ia menuturkan, ke depan Waskita Karya berkomitmen penuh menjaga sinergi transportasi publik dan penguatan konektivitas kota metropolitan. Korporasi siap mendorong Jakarta tumbuh menjadi kota modern sekaligus ramah lingkungan.

"Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik di ibu kota. Angkutan umum berbasis listrik ini merupakan solusi terbaik demi menciptakan udara di perkotaan yang lebih sehat, bersih, sekaligus mendukung target nol emisi atau Net Zero Emission (NZE)," pungkasnya.

banner 336x280