Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda bangsa agar tekun menggali wawasan masa lalu. Ia menilai, mendalami rekam jejak perjuangan bangsa sangat krusial demi mencegah terulangnya kekeliruan masa silam yang dilakukan oleh tokoh-tokoh terdahulu.
Prabowo menegaskan, salah satu titik rapuh masyarakat Nusantara terletak pada kebiasaan melupakan masa lalunya sendiri. Menghadapi persoalan tersebut, ia mendesak kalangan kaum muda senantiasa menjadikan peristiwa masa silam sebagai fondasi pembelajaran.
"Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya juga sudah bicara tentang kelemahan bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah," ucap Presiden Prabowo seperti dilansir Antara pada Sabtu (31/10/2026).
Kepala Negara memaparkan, inovasi serta kecanggihan teknologi dapat terus berkembang pesat, namun karakteristik alami umat manusia relatif tidak berganti. Oleh sebab itu, mempelajari rekam jejak masa lalu amat krusial guna mengerti berbagai kekeliruan lampau dan memetik hikmah terbaik agar kejadian serupa terhindarkan di kemudian hari.
"Jadi kalau kita tidak belajar sejarah, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan sejarah. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pendahulu kita," tuturnya.
Prabowo mengutarakan bahwa getirnya masa penjajahan oleh kekuatan asing adalah kenangan sejarah Nusantara yang paling memilukan.
Ia menuturkan, terjadinya kolonisasi tersebut bermula dari retaknya keharmonisan publik beserta para petinggi negara. Dicontohkannya penguasa zaman dahulu yang justru berkoalisi dengan kekuatan luar negeri daripada saling bersatu merajut kerja sama dengan sesama rakyat pribumi.
Rentetan memori pahit itu, imbuh Prabowo, hendaknya menjadi cermin berharga agar segenap elemen bangsa senantiasa merawat keutuhan serta tidak terperosok dalam jeratan adu domba kepentingan luar.
Presiden turut menegaskan bahaya taktik divide et impera atau manuver pecah belah kaum penjajah sebagai telaah amat berharga bagi pemuda.
"Itu sejarah kita. Itu yang harus kita belajar. Kelompok penjajah ratusan tahun, ribuan tahun mereka punya ajaran devide at Impera. Pecah belah, pecah belah. Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita," tegas Prabowo.
Kendati demikian, Prabowo menyatakan sederet kelebihan dan capaian besar para pejuang tetap wajib dihormati setinggi-tingginya.
Walau begitu, pemuda bangsa mesti mengidentifikasi kekurangan masa lalu untuk merancang masa depan Indonesia yang tangguh.
Dapatkan laporan berita aktual serta tepercaya melalui kanal Liputan6.
