Potensi Serupa China dan Brasil, Eksplorasi Logam Tanah Jarang Mamuju Resmi Bergulir

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Perusahaan Mineral Nusantara (Perminas) mengonfirmasi bahwa perseroan tengah memacu aktivitas eksplorasi tambang logam tanah jarang (LTJ). Karakteristik deposit mineral kritis tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan endapan di China, Myanmar, hingga Brasil. Lokasi tambang strategis ini berada di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat.

La Ode Tarfin Jaya selaku Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis Perminas memaparkan bahwa kandungan cadangan LTJ di kawasan Mamuju termasuk kategori primer yang memiliki peluang besar untuk digarap.

banner 468x60

"Nah LTJ kalau di Mamuju itu tipikalnya ion-adsorption clay. Jadi dia tipikal yang sama dengan misalnya Bayan Obo di China atau yang di Myanmar, atau di Caldeira Brazil, itu adalah tipe logam tanah jarang yang primer," jelas La Ode di sela agenda Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026, JIExpo, Selasa (3/11/2026).

Langkah eksplorasi ini terlaksana setelah perseroan resmi mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dari Kementerian ESDM pada Juli, serta persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) eksplorasi pada Agustus. Proyek pencarian difokuskan terhadap dua blok konsesi dengan luas tiap blok 100 hektar, atau mencapai 200 hektar secara total.

Perkembangan pengeboran (drilling) rapat in-fill di Mamuju telah mencakup 72 titik pengeboran, atau setara 10% dari sasaran keseluruhan 200 titik dengan spasi 50×50 meter. Pelaksanaan spasi rapat ini ditujukan guna memperkuat dan memerinci temuan scout drilling yang sebelumnya dipetakan Badan Geologi.

"Sekarang kami lagi melakukan drilling rapat in-fill di 200 hektar itu saat ini baru di 10%, di 72 titik ya yang kami lakukan dengan kerapatan 50 50, 50 x 50. Ini perlu kami lakukan karena untuk mendetailkan apa-apa yang sudah dilakukan oleh Badan Geologi sebelumnya," terangnya.

Penetapan estimasi resmi mengenai sumber daya beserta cadangan LTJ diproyeksikan selesai tahun depan setelah 200 titik bor rampung dianalisis. Total area izin tambang LTJ yang dipegang Perminas di Mamuju mencapai 7.300 hektar yang terbagi ke dalam dua blok utama.

Di luar konsesi Mamuju, Perminas di bawah naungan BPI Danantara turut menggalang kolaborasi riset bersama PT Timah untuk mengolah Sisa Hasil Pengolahan (SHP) maupun terak timah (tin slag) menjadi mineral tanah jarang.

"Kita menunggu, menunggu, menunggu. Yang jelasnya sekarang kan Mamuju 7.300 hektar di dua blok. Jadi kalau misalnya pemerintah misalnya memberi tugas lagi ya kita siap timnya, prinsipnya itu," pungkasnya.

banner 336x280